KARAKTER VISUAL FASADE BANGUNAN KORIDOR JALAN CIK DITIRO YOGYAKARTA
DWI PURNOMO, Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng; Ir. Ahmad Saifullah MJ, MS.
2017 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPerkembangan kawasan pusat kota yang cenderung menjadi kawasan komersial memicu terjadinya berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi dilihat sebagai salah satu upaya penyesuaian dari berbagai masalah yang dihadapi oleh kota, salah satunya adalah meningkatnya kebutuhan fungsi komersial, tidak terkecuali kota Yogyakarta. Koridor jalan Cik Ditiro merupakan salah satu koridor dimana perkembangan bangunan-bangunan komersial memicu terjadinya perubahan pada koridor tersebut. Perubahan itu berkembang dan tumbuh sangat cepat dan pesat karena adanya peningkatan aktivitas dan pemanfaatan ruang sebagai akibat pembangunan fisik. Dampak dari perubahan yaitu munculnya bangunan-bangunan baru menggantikan bangunan lama dengan tampilan fasade yang berbeda mengikuti perkembangan masa kini. Fasade atau tampak bangunan merupakan bagian terpenting dari suatu karya arsitektur, karena elemen tampak inilah yang diapresiasi atau dilihat pertama kali. Fasade menjadi elemen arsitektur terpenting yang mampu menyuarakan fungsi dan makna sebuah bangunan (Krier, 1988). Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data mengenai komponen fasade dan komposisi fasade bangunan. Data dianalisis dan dibahas dengan guna merumuskan karakter visual fasade bangunan. Pada persepsi mahasiswa Arsitektur S2 UGM terhadap karakter visual fasade bangunan analisis menggunakan bantuan SPSS. Secara umum, karakter visual fasade bangunan koridor jalan Cik Ditiro Bentuk geometri fasade pada bidang atap mayoritas berbentuk segitiga sedangkan pada bidang dinding berbentuk persegi panjang. Fasade bangunan cenderung memiliki bentuk asimetri yang banyak ditujukkan pada bangunan yang memiliki style/gaya bangunan moderen. Berdasarkan fungsi bangunan, karakter visual fasade bangunan dengan fungsi rumah tinggal memiliki pola sebaran bangunan dominan berada di penggal jalan bagian timur dengan tinggi bangunan satu lantai terletak dibagian tengah dan selatan jalan sedangkan pada penggal jalan bagian barat sebaran bangunan terletak dibagian utara jalan. Bangunan dengan fungsi rumah tinggal memiliki kecenderungan bentuk style/gaya bangunan indish dengan bentuk simetri bilateral, menggunakan atap perisai atau limasan dengan material genteng. Persepsi mahasiswa Arsitektur S2 UGM terhadap karakter visual fasade bangunan secara umum beragam terdapat pada bentuk style/gaya bangunan.
Development of city centre area that tends to be commercial area induced various changes. The changes indicated an adaptation from various problems the city faces. One of the problems is increase in commercial function. Cik Ditiro corridor in Yogyakarta is one of corridors where commercial building development leads to change in the corridor. The change develop and grow very fast due to increase in activity and space usage as physical development. Impact of the change is emerging new building replacing old building with different façade following current development. Building facade is the most important part of an architectural work, because visual element is appreciated or seen first. Façade is the most important architectural element that can communicate function and significance of a building (Krier, 1988). The research used rationalistic paradigm with qualitative and quantitative descriptive method. Data collected include data on façade component and building facade composition. Perception of UGM S2 architecture students on building facade visual character was analyzed using SPSS. In general, visual character of building facade in Cik Ditiro street indicate triangular shape in roof and rectangular in wall. Building facade tend to have asymmetric shape indicated at building having modern style. Based on their function, building with house function are distributed in east part of the street with one floor height in central and south part, while in west side it is in north part of the street. Building with house function tended to have Indies style with bilateral symmetry shape using shield roof or limasan with roof-tile. Student of UGM S2 Architecture student perceived that visual character of building facade is various on building styles.
Kata Kunci : Karakter visual, Fasade bangunan, Koridor