Laporkan Masalah

Women As Weapon: Utilisasi Pembom Bunuh Diri Perempuan Oleh Kelompok Teroris Boko HaramUtilisasi Pembom Bunuh Diri Perempuan Oleh Kelompok Teroris Boko Haram

MUHAMMAD AKIB ARYO UTOMO, Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.P.P., M.Sc

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Riset ini menganalisis utilisasi pembom bunuh diri perempuan oleh kelompok teroris Boko Haram. Menggunakan konsep pemboman bunuh diri dalam kerangka keamanan feminis, yang dipengaruhi teori feminisme posmodernis, riset ini menemukan bahwa utilisasi pembom bunuh diri perempuan Boko Haram adalah bentuk apropriasi tubuh perempuan. Boko Haram menggunakan pembom bunuh diri perempuan sebagai salah satu taktik utama dalam menekan pemerintah Nigeria untuk membebaskan militan mereka yang ditahan, terutama setelah posisi mereka terdesak operasi militer pemerintah Nigeria sejak tahun 2013. Bagaimanapun, analisis organisasional menunjukkan bahwa ideologi Boko Haram yang timpang memandang perempuan sebagai obyek yang dapat dibuang (expendable) untuk digunakan oleh otoritas laki-laki. Berdasarkan pandangan tersebut, transformasi peran tubuh perempuan, dari korban penculikan pasif ke pembom bunuh diri aktif, bukan menunjukkan agensi perempuan, melainkan justru menunjukkan apropriasi tubuh mereka sebagai senjata yang instrumental dalam taktik Boko Haram. Melalui analisis ini, skripsi ini menunjukkan pentingnya penguasaan terhadap tubuh perempuan dalam konflik.

This research analyses Boko Haram terrorist group's utilization of female suicide bombers. Using the concept of suicide bomber, framed in feminist security based on postmodern feminism theory, this research has found that Boko Haram's utilization of female suicide bomber is a form of appropriation of women's body. Boko Haram uses female suicide bombing as one of its most prominent tactic in demanding the release of their captured militants after they were weakened by Nigerian government military offensive since 2013. However, further organizational analysis showed that Boko Haram's gendered ideology view women as an expendable object subordinated to men's authority and use. In this view, the role transformation of the passive bodies of female kidnapping victims into active suicide bombers is seen not as a form of female agency, but instead, the appropriation of their body as a weapon instrumental to Boko Haram's tactic. Through its analysis, this thesis shows the importance of control over female bodies in conflicts.

Kata Kunci : Boko Haram, Nigeria, terorisme, pemboman bunuh diri, keamanan feminis, apropriasi tubuh

  1. S1-2017-345274-abstract.pdf  
  2. S1-2017-345274-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-345274-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-345274-title.pdf