Laporkan Masalah

Efektivitas dan Pemanfaatan Pusat Pelayanan BPJS Kesehatan di Kota Bekasi

UMAR EL IZZUDDIN KIAT, Drs.H.B.S.Eko Prakoso, MSP

2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

UU 36/2009 tentang kesehatan menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau, oleh sebab itu perencanaan pelayanan kesehatan merupakan perencanaan yang paling dasar untuk dilakukan oleh pemerintah. Tidak semua fasilitas kesehatan dilayani oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ketersediaan sarana dan prasarana pusat pelayanan ditinjau dari segi keruangan, menilai sejauh mana efektifitas dan pemanfaatan fasilitas pelayanan dan mengidentifikasi daya jangkau pelayanan fasilitas BPJS kesehatan di Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survey dan analisis spasial. Dilakukan dengan cara menggali data dari berbagai pihak, baik data primer maupun sekunder. Masing-masing tujuan memiliki teknik pengambilan sampel yang berbeda-beda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik deskriptif analitik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan distribusi spasial berdasarkan masing-masing fasilitasnya. Efektivitas pelayanan dari segi kualitas sudah berjalan dengan baik, pemanfaatan fasilitas pelayanan BPJS kesehatan di Kota Bekasi baru mencapai 46 % berdasarkan jumlah penggunanya pada bulan Mei 2017, daya jangkau pelayanan fasilitas BPJS Kesehatan di Kota Bekasi masih di bawah standar ideal berdasarkan Permenpera/No.32/Permen/M/2006 mengenai standar jarak ideal untuk fasilitas pelayanan kesehatan dengan skor 81 % dari total 100 % wilayah permukiman yang terlayani dan daya jangkau pelayanan berdasarkan hasil analisis isoline menunjukkan 84 % permukiman yang terlayani.

In Law 36/2009 it is affirmed that everyone has equal rights in obtaining access to health resources and obtaining safe, quality and affordable health services, therefore health care planning is included from the most basic planning to be done by the government. Not all health facilities are served by BPJS kesehatan (Social Security Administrator for Health). This study aims to identify the availability of facilities and infrastructure of the service center in terms of spatial, assess the extent of effectiveness and utilization of service facilities and identify the coverage of health facilities BPJS kesehatan service in the City of Bekasi. The method used in this study is a survey method and spatial analysis. It is Done by digging data from various parties, both primary and secondary data. Each purpose has different sampling techniques. Data analysis techniques used in this research is descriptive quantitative analytical techniques. The results showed that there are existence of the spatial distribution differences based on the type of facility. Effectiveness of service in terms of quality is running well, utilization of BPJS service facility in Bekasi City has only reached 46% based on the number of users. The coverage of health services BPJS facilities in the city of Bekasi still below ideal standards Permenpera/ No.32/Permen/M/2006 about the ideal distance standard for health care facilities with score 81 % of the total 100% of the occupied residential area and service coverage based on the results of the isoline analysis shows 84% of the occupied settlements.

Kata Kunci : Efektivitas, Pemanfaatan, Fasilitas, Pelayanan, BPJS kesehatan

  1. S1-2017-347148-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347148-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347148-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347148-title.pdf