UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN BABUN MUGALLAQUN DALAM ANTOLOGI CERPEN KANARI KARYA AHMAD AL-KHAMISI: ANALISIS STRUKTURAL
JAYANTIKA SOVIANI, Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 SASTRA ARABPenelitian ini membahas unsur-unsur intrinsik dan hubungan antarunsur cerpen Babun Mugallaqun dalam antologi cerpen Kanari karya Ahmad al-Khamisi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural. Metode dalam penelitian ini melalui tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Unsur-unsur intrinsik yang dibahas mencakup fakta cerita, meliputi tokoh dan penokohan, alur, dan latar, tema, dan sarana sastra meliputi judul, sudut pandang, gaya dan nada, simbolisme, dan ironi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, tokoh utama dalam cerpen ini adalah Muris, karena dia paling banyak diceritakan, paling banyak mengalami peristiwa dan paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. Adapun tokoh tambahannya adalah Janet, Huda, Haji Syafiq, Dr. Mustafa, Haji Usfur, Jazzar, dan Lutfi. Alur dalam cerpen ini adalah alur progresif yang terdiri dari tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian. Latar tempat cerpen ini adalah apartemen Muris, sebuah jalan, dan apotek, latar waktunya adalah setiap hari selama 42 hari yang diketahui dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Adapun latar sosialnya adalah masyarakat Mesir yang masih berpegang teguh pada agama. Tema cerpen ini adalah sikap yang diambil seseorang dalam menyelesaikan sebuah permasalahan terkadang tidak sesuai dengan hati nuraninya untuk menghindari pandangan negatif dari masyarakat. Sudut pandang cerpen ini adalah orang ketiga-tidak terbatas. Gaya dalam cerpen ini adalah bahasa Arab Fusha yang bercampur dengan sedikit bahasa 'Amiyyah dalam dialog yang terjalin antartokoh sedangkan nadanya adalah penuh perasaan. Simbolisme dalam cerpen ini berupa sikap dingin yang diterima tokoh utama dari masyarakat sekitarnya. Ironi dalam cerpen ini adalah ironi dramatis, yaitu tindakan baik yang dilakukan Muris mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitarnya. Masing-masing dari unsur ini memiliki keterkaitan, sehingga membentuk makna yang utuh.
This research discusses the intrinsic elements and the interrelationship of the elements of the short story Babun Mugallaqun in the anthology of Kanari by Ahmad al-Khamisi. The theory in this research used structural theory. The method in this research was run by three stages: data collection, analysis, and presentation. The intrinsic elements discussed consist of the facts; characters, plot, and setting, the themes, and the literary devices; title, point of view, style and tone, symbolism, and irony. Based on the analysis, the main character of short story is Muris while the peripheral characters are Janet, Huda, Haji Syafiq, Dr. Mustafa, Haji Usfur, Jazzar, dan Lutfi. The plot of this story is progressive plot that consist of situationing phase, generating circumstances phase, rising action phase, climax phase and denouement phase. The place settings are Muris apartment, a street, and pharmacy, the time settings is every day for 42 days which is known from the events that occur in the story, while the social setting is Egyptian who submissive to religion. The theme of this story is the attitude taken someone in solving a problem sometimes not in accordance with his conscience to avoid negative views from the society. The point of view is third-person-omniscient. The style of this story is Arabic languages and Egyptian 'Amiyyah languages in dialogue while the tone is soulful. The symbolism in this story is cynical attitude received the main character from society. The irony of this story is the dramatic irony, Muris's kindness gets opposition from society. Each of these elements is related, thus create the whole meaning.
Kata Kunci : Ahmad al-Khamisi, Babun Mugallaqun, struktural, unsur-unsur intrinsik