Proses Pengembangan Ritual pada Komunitas Fotografi
LILIK WAHYUDI, Prof. Dr. Basu Swastha DH., M.B.A; Dr. BM. Purwanto, M.B.A; Dr Yulia Arisnani Widyaningsih, M.B.A
2017 | Disertasi | S3 ManajemenPengembangan penelitian ritual menjadi salah satu isu yang mulai banyak diteliti peneliti dibidang perilaku konsumen. Beberapa studi pemasaran menggunakan teori ritual pada berbagai konteks meliputi media, pernikahan, perceraian, liburan, konsumsi bahkan belanja. Sebagian besar kajian meneliti tentang aspek simbolik dari ritual dan hubungan ritual dengan proses transisi individu. Ritual dari perspektif individu menjadi pokok bahasan utama pada sebagian besar riset ritual di pemasaran, sedangkan ritual dari perspektif kelompok sangat jarang diteliti. Pada perspektif kelompok, anggota kelompok mengembangkan ikatan pada kelompok, menguatkan hubungan emosional antar anggotanya dan memberikan pengalaman konsumsi produk yang baru melalui pengalaman emosional yang muncul dari konsumsi ritual. Riset ritual pada perspektif kelompok berkaitan erat dengan proses berkembangnya kelompok mulai dari lahir sampai dengan tua/mati. Riset pada perspektif ini dilakukan melalui studi longitudinal sehingga masih sangat terbatas. Penelitian ini memfokuskan pada ritual dari perspektif kelompok pada komunitas. Komunitas yang dipakai adalah komunitas daring khususnya pada komunitas fotografi. Proses terbentuknya ritual dan proses berkembangnya ritual pada komunitas daring akan diteliti melalui metode netnografi pada penelitian ini. Metode netnografi memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data historis interaksi komunitas daring mulai dari awal terbentuk sampai dengan sekarang. Hasil penelitian melalui analisis tematik menemukan ada 5 tahapan yang menjelaskan proses terbentuknya ritual dan proses pengembangan ritual pada komunitas fotografi. Setiap tahapan berkaitan satu dengan yang lainnya dan tidak bisa dipisahkan. Adapun tahapan tersebut meliputi 1) fase pengenalan komunitas, 2) fase pengembangan komunitas, 3) fase konstruksi ritual 4) fase pengembangan ritual, dan 5) fase kemapanan ritual. Tidak semua komunitas sampai pada fase akhir dalam pengembangan komunitas.
The development of ritual research became one of the issues that many researchers studied in the field of consumer behavior. Some marketing studies use ritual theory in various contexts including media, marriage, divorce, holidays, consumption and even shopping. Most studies examined the symbolic aspects of ritual and ritual relationships with individual transition processes. Ritual from an individual perspective becomes the main subject in most ritual research in marketing, whereas rituals from group perspectives are very rarely studied. From a group perspective, group members develop a bond to the group, reinforce the emotional connection between their members and provide a new product consumption experience through the emotional experience that arises from ritual consumption. Ritual research on group perspectives is closely related to the process of developing groups ranging from birth to old / dead. Research in this perspective is done through a longitudinal study that is still very limited. This study focuses on group ritual perspective on the community. Online photography community used in this study. The process of ritual formation and process of ritual development in the online community will be examined through netnography method in this research. The netnographic method allows researchers to obtain historical data of interaction of an online community from the very beginning up to the present day. The results of the research through thematic analysis found there are 5 stages that explain the process of ritual formation and process of ritual development in photography community. Each stage is related to each other and can not be separated. The stages include 1) the initial phase of the community, 2) the community development phase, 3) the ritual construction phase, 4) the ritual development phase, and 5) the ritual establishment phase. Not all communities come to the final phase of community development.
Kata Kunci : ritual, ritual konsumen, pengembangan ritual, ritual kelompok,komunitas