Implementasi Pelayanan Sosial Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Yogyakarta dalam Mendukung Kemandirian Penerima Manfaat Program
SELLA G MAHARANI, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan sosial pada perempuan telah diupayakan melalui berbagai cara, salah satunya ialah melalui panti rehabilitasi sosial. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Yogyakarta, mengingat angka permasalahan sosial pada perempuan di Yogyakarta masih cukup tinggi. Penelitian ini akan menganalisis sejauh mana Lembaga BPRSW mampu mengatasi permasalahan wanita rawan sosial di Yogyakarta dengan melihat proses rehabilitasi sosial yang diberikan mulai dari tahapan awal pelayanan sosial hingga kondisi terakhir alumni pasca pendampingan. Metode penelitian kualitiatif deskriptif dilakukan untuk mengumpulkan data dari beberapa sumber. Penentuan informan dilakukan dengan teknik Purposive dan Snowball dengan unit analisisnya adalah penerima manfaat program BPRSW mulai dari klien binaan hingga alumni yang telah tersertifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi partisipatif dengan terlibat langsung dalam objek penelitian. Untuk mengekerangkai penelitian ini, peneliti menggunakan konsep pelayanan sosial, konsep pengembangan kapasitas (Capacity Building), dan konsep kemandirian. Konsep pelayanan sosial bertujuan untuk mebantu individu mapu keluar dari permasalahan sosial yang ada. Sementara konsep (Capacity Building) berfungsi untuk memperkuat pelayanan sosial melalui peningkatan kapasitas dirinya, sehingga dengan kapasitas yang dimiliki akan mampu mengatasi masalah yang dihadapi dalam jangka panjang. Dengan adanya pelayanan sosial dan Capacity Buiding, kemandirian bagi penerima manfaat program akan dengan mudah terwujud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sosial BPRSW mampu memberikan dampak mandiri bagi alumnni dengan bergabagai bentuk capaian kemandirian sehingga menghasilkan suatu indikator kemandirian baru, meskipun dalam implementasinya pelayanan sosial yang diberikan masih terdapat beberapa kekurangan. Jika sebelumnya BPRSW menilai keberhasilan suatu kemandirian dinilai berdasarkan kemampuan alumni dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk membuka usaha, maka berbeda dengan temuan di lapangan dengan menghasilkan sebuah tipologi baru untuk mengukur kemandirian. Hasil penelitian menunjukan kemandirian bagi alumni tidak hanya dinilai dari sebatas ia mampu membuka usaha sesuai dengan kemampuan maupun sumber daya yang telah diberikan oleh BPRSW. Akan tetapi kemandirian yang sebenarnya ialah ketika individu dapat pulih dari permasalahan sosial yang dialami dengan melaksanakan tanggung jawab dan peran sosialnya di masyarakat tanpa membebani orang lain di sekitarnya, sehingga kemandirian secara sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik dan seimbang.
Women issues are the primary concern on for examined in this study. The issue of it in line with the social services program implementation is carried out by the Government to address social problems through the social rehabilitation institution that has been the concern in this study. This study would explore how the implementation of social services affect to the well-being of beneficiaries. The author frames this phenomenon by using the three concepts as follow: social services, capacity development (capacity building), and self-reliance. The concept of social services is used to understand how the people escape of social problems. While the concept (capacity building) address to seek how social services strengthened by self-capacity improved. The last, Self-reliance is linked to both of concept previously. The author uses descriptive qualitative methods where the unit of analysis of this research are the beneficiaries of the program who divided into two of the category: clients and former BPRSW clients who certified in a period of 2013-2014. In additions, the author using the purposive Sampling and Snowball Sampling in determining the informant. For data collections, author has conduct observation, interviews, literature studies and documentation. The results showed that BPRSW was capable of providing social services as the impact of self-reliance for alumni. Although in the implementation there are some shortcomings such as the rehabilitation services have not been able to run optimally. In addition to that still found the presence of alumni who have not monitored, as well as the certification process that has not been reached all of the alumni, subsequently found inappropriate between a number of help tools skills given. If previously BPRSW asses the self-reliance based on the ability of the alumni in optimizing assistance to entrepreneurship, then in contrast to the finding where it by producing a typology to measure the self-reliance. Where is self-reliance are not only seek from the extent to entrepreneur only, in accordance with their abilities or resources provided by BPRSW. But the self-reliance where the people able to carry out the responsibilities, without relying on other people.
Kata Kunci : pelayanan sosial, wanita rawan sosial, kemandirian.