Laporkan Masalah

KEENGGANAN PARA PENGEMUDI UBER DALAM MENGIKUTI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN DI KOTA YOGYAKARTA

AHMAD GALIH ALFIAN, Prof. Dr. Susetiawan, SU.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Upaya negara melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial bagi pekerja informal dilakukan dengan cara yaitu menjaring pengemudi transportasi online. Penelitian ini mengambil studi kasus pengemudi UBER. Namun, ternyata angka kepesertaan di kalangan pengemudi UBER cukup rendah. Pertanyaan penelitian ini akan menganalisis alasan dibalik keengganan para pengemudi UBER untuk ikut serta dalam program BPJS-Ketenagakerjaan. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data dari beberapa sumber. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan unit analisisnya adalah individu pengemudi UBER. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu mengumpulkan data, reduksi data dan penyajian data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi partisipatif, di mana peneliti juga terlibat langsung dalam objek penelitian. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran. Teori pertukaran digunakan untuk meganalisis berbagai alasan mengapa pengemudi UBER tidak mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan ketidakikutsertaan pengemudi UBER disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, pengemudi memiliki pemaknaan pengelolaan risiko yang berbeda, prinsip out of pocket menjadi pilihan dalam memaknai sebuah risiko. Kedua, citra institusi publik yang negatif, kompleksitas layanan publik sekaligus pemahaman yang keliru memengaruhi kepesertaan jaminan sosial. Ketiga, persepsi terhadap nilai-nilai sosial, budaya hingga spiritual yang dianggap bertentangan dengan konsep jaminan sosial yang diselenggarakan negara.

In order to expand social security for informal worker, the goverment designed a efforts to provide social security for online transportation drivers. This study takes a case study of UBER drivers. What is surprising is, it turns out that the membership rate among UBER drivers is quite low. This research question will analyze the reasons behind UBER driver's unwilling to participate on BPJS-Ketenagakerjaan programs. The methodological approach taken in this study is a descriptive qualitative research method. Determination of informants is carried out by purposive sampling technique with the unit of analysis is individual of UBER driver. This research is composed by some step: collecting data, data reduction and data presentation. The data collection in this research is done by participative observation, where the researcher is also directly involved in the research object. This study uses the theory of exchange to analyse various reasons why UBER drivers do not participate on BPJS-Ketenagakerjaan programs. The results of this study show a several reason why UBER driver's unwilling to participate to BPJS-Ketenagakerjaan. First, the driver has a different understanding of risk management as well as the out of pocket schemes was choosen as option to manage the risk. Second, the negative public institution's image, the complexity of public services and misperceptions affect to social security participation. Third, the perception to perceive BPJS-Ketenagakerjaan have contradiction of social values, culture, as well as spiritual of citizen.

Kata Kunci : Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan, Kepesertaan / Informal Workers, BPJS Ketenagakerjaan, Participation

  1. S1-2017-353327-abstract.pdf  
  2. S1-2017-353327-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-353327-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-353327-title.pdf