Prostitusi dalam Iringan Melodi (Studi tentang Praktek Prostitusi Berkedok Karaoke di Kota Tegal)
HARJUNA DIPATIAS PRATAMA, Dr. Arie Sujito, S.sos., M.si.
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPraktek prostitusi berkembang mengikuti perkembangan zaman. Penelitian ini memiliki fokus kajian terhadap praktek prostitusi terselubung dalam bisnis dunia karaoke. Bisnis karaoke berkembang tidak hanya menawarkan ruangan dengan perlengkapan untuk bernyanyi saja. Lebih dari itu, bisnis karaoke juga menawarkan perempuan sebagai bagian dari fasilitas. Dalam penelitian ini perempuan tersebut kita sebut sebagai Pemandu Lagu (PL) Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori jaringan sosial. Lokasi dalam penelitian ini berada di kota Tegal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) dalam pengumpulan data serta terlibat langsung secara pasif. Dari hasil pengumpulan data, didapati data bahwa PL karaoke melayani transaksi seksual yang aktornya disebut Gawanan. Pergeseran PL menjadi Gawanan diakibatkan banyak faktor. Antara lain kemiskinan, masalah keluarga, gaya hidup, cari perhatian, serta kepuasan tersendiri. Transaksi seksual dalam karaoke yang melibatkan PL melahirkan jaringan sosial. Dari jaringan sosial yang terbentuk kemudian menghasilkan relasi-relasi di dalamnya. Relasi yang terbentuk itu bersifat langsung, tidak langsung, sementara, serta ada pula hubungan di luar jaringan.
The practice of prostitution develops by times. This study focus on the practice of hidden prostitution in the karaoke business. In fact, karaoke business does not offer rooms with equipment for singing. Moreover, the karaoke business also offers women as part of the facility. In this study the woman we call as the Lady Companion (LC). This research used qualitative method with descriptive approach. The theory used is social network theory. The location this study was in kota Tegal. In this study the authors use in-depth interview technique in data collection and directly involved passively. From the results of data collection, the authors founded that karaoke LC serve sexual transactions whose actors are called Gawanan. LC to becoming Gawanan had to many factors. Among others, poverty, family problems, lifestyle, attention, and personal satisfaction. Sexual transactions in karaoke involving the LC produce a social networks. From the social network that formed then produce some of networking. The relationships formed are direct, indirect, temporary, and there are also relationships outside the network.
Kata Kunci : prostitusi terselubung, PL, jaringan sosial, karaoke, Gawanan/Hidden prostitution, LC, social network, karaoke, Gawanan.