Bahasa Jual Beli pada Masyarakat Samin di Pasar Baturejo: Analisis Sosiopragmatik
ENDAH PERANANINGTYAS, Dr. Suhandano, M.A.
2017 | Tesis | S2 Ilmu LinguistikMasyarakat Samin memiliki ciri-ciri khusus yang menunjukkan adanya perbedaan identitas dengan masyarakat lain di sekitarnya. Identitas tersebut menunjukkan karakter dan budaya sesuai dengan ajaran Samin yang mereka pertahankan. Kehidupan sosial, budaya, dan bahasa pada masyarakat Samin di daerah Sukolilo, Jawa Tengah merupakan fenomena menarik untuk dikaji, yaitu tentang hakikat penggunaan bahasa yang mengaitkan antara pemilihan aspek kebahasaan dengan identitas sosial dan budaya penuturnya. Dengan mengetahui latar belakang budaya dari masyarakat Samin, dapat dipahami bahwa pola tuturan mereka sehari-hari terikat oleh budaya yang bertahan hingga saat ini. Penelitian komunikasi jual beli pada masyarakat Samin ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data menggunakan metode simak atau metode observasi yang diwujudkan dengan teknik sadap, yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data yang berupa tuturan jual beli di pasar Desa Baturejo. Data diambil dengan merekam dan mencatat tuturan penjual dan pembeli saat bertransaksi di pasar Desa Baturejo. Untuk tahap pengolahan data atau analisis data, dilakukan dengan cara menganalisis aspek-aspek kebahasaan yang digunakan dalam komunikasi jual beli. Dalam menganalisis data, disajikan dalam bentuk formal dan informal. Secara informal, hasil penelitian akan dibahas secara deskriptif sedangkan secara formal akan dikaji dengan bagan-bagan dan lambang. Dari hasi penelitian ini dapat diketahui bahwa ketika melakukan transaksi penjual dan pembeli menggunakan berbagai jenis tindak tutur untuk berkomunikasi. Masyarakat Samin hanya berperan sebagai pembeli sedangkan penjual adalah masyarakat biasa atau disebut masyarakat kaum. Hal itu berpengaruh pada penggunaan tindak tutur imperatif yang mendominasi. Tujuannya agar penjual dan pembeli dapat berkomunikasi dengan padat, ringkas, dan jelas. Selain itu, juga sesuai dengan budaya yang dianut oleh masyarakat Samin. Dengan demikian, jalinan komunikasi yang baik antara penjual dan pembeli dapat terwujud karena berusaha untuk memahami budayanya masing-masing.
Samin community have specific characteristic that show their different identity with other communities around them. The identity shows their culture and character according to the concept of Saminism that they maintaned. The social life, culture, and language on Samin community in Sukolilo, Central Java is an interesting phenomenons to be studied, that is the nature of language usage related to the selection of linguistic aspects with the social and cultural identities of the speaker. By knowing the cultural background of the Samin community, it can be understood that their daily speech patterns related to the sustained culture until now. This communication of transaction within Samin community research divided into three stages, they are data provision, data analysis, and the result of data analysis. Data provision used observation method that realized with the technique of tapping, which was done through collecting all the data in the form of speeches of transaction in the traditional market of Baturejo. Data were taken by recording sellers and buyers speeches while doing transactions in the traditional market of Baturejo. Data processing stage or data analysis was done by analyse aspects of languages that commonly used in transaction communication. Data analyzing, was presented both in formal and informal ways. Informally, result of this research will be discussed descriptively. On the other hand formally will be studied through charts dan symbols. The results of this study show that when transaction activities, buyers and sellers use different types of speech acts to communicate. Samin people act as a buyers while the sellers are the ordinary people called the kaum communities. It affects the use of imperative speech acts as the most used. It tends to enable the sellers and buyers to communicate effectively, succinctly, and clearly. In addition, it also accordance with the culture embraced in the Samin communities. Therefore, good communication between buyers and sellers can be obtained because both parties try to understand each other cultures.
Kata Kunci : komunikasi jual beli, masyarakat Samin, tindak tutur, alih kode