Laporkan Masalah

Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanolik dan Fraksi n-Heksana Bawang Hitam (Allium sativum L.) Terhadap Sel Kanker Payudara T47D

WINDA NURAFIANI, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc

2017 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Bawang hitam (Allium sativum L.) memiliki kandungan senyawa organosulfur yang bersifat antikanker lebih tinggi dibandingkan bawang putih biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil metabolit volatil, senyawa yang berpotensi sebagai antikanker dan aktifitas sitotoksik ekstrak bawang hitam tunggal terhadap sel kanker payudara T47D. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu ekstraksi bawang hitam dengan maserasi menggunakan etanol 70% dan ekstraksi cair-cair dengan n-Heksana, uji profil metabolit volatil dengan Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS), kultur sel kanker payudara T47D dalam medium RPMI dan uji sitotoksisitas dengan metode MTT. Kelompok perlakuan dibagi menjadi: kelompok kontrol sel (tanpa perlakuan), kelompok perlakuan ekstrak etanolik (100.000, 50.000, 25.000, 12.500, 6.250 dan 3.125 mikrogram per mililiter), kelompok perlakuan fraksi n-Heksana (2.000, 1.000, 500, 250 dan 125 mikrogram per mililiter) dan kelompok kontrol positif doksorubisin (10, 5 dan 2,5 mikrogram per mililiter). Berdasarkan hasil GC-MS, senyawa volatil yang berhasil teridentifikasi pada ekstrak etanolik dan fraksi n-Heksana adalah 32 dan 26 senyawa volatil, terdapat sembilan senyawa antikanker pada ekstrak etanolik bawang hitam yang berasal dari golongan asam lemak, monoterpen, fenol dan karotenoid serta dua senyawa flavoring dari golongan monoterpen dan alkana sementara pada fraksi n-Heksana terdapat tiga senyawa antikanker yang berasal dari golongan asam lemak serta satu senyawa flavoring dari golongan aldehida. Pemberian perlakuan ekstrak bawang hitam tunggal menyebabkan kematian sel yang ditandai dengan morfologi sel T47D yang berubah menjadi bulat, berukuran lebih kecil dan tidak beraturan jika dibandingkan dengan kontrol sel. Nilai IC50 yang didapatkan pada ekstrak etanolik dan fraksi n-Heksana adalah 8.670 mikrogram per mililiter dan 26.020 mikrogram per mililiter.

Black garlic (Allium sativum L.) has higher anticancer organosulfur compounds than garlic. This study aimed to determine the profile of volatile metabolites, potentially anticancer compounds and cytotoxic activity of single black garlic against T47D breast cancer cell line. The method of this study consisted of extraction by maceration using 70% ethanol and liquid-liquid extraction with n-Hexane, analysis of volatile metabolites with Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), T47D breast cancer cell culture in medium RPMI and cytotoxicity assay with MTT. The treatment consists of several groups: Cell control group (without treatment), ethanolic extract group (100,000; 50,000; 25,000; 12,500; 6,250; and 3,125 microgram per mililiter), n-Hexane fraction group (2,000; 1,000; 500; 250 and 125 microgram per mililiter) and positive control group of doxorubicin (10, 5 and 2.5 mL). The GC-MS analysis allowed identifying 32 and 26 volatile compounds in ethanolic extract and n-Hexane fraction, nine anticancer compounds were found in ethanolic extract classified into fatty acid, monoterpene, phenol, carotenoid and two flavoring agents classified into monoterpene and alkane, while in n-Hexane fraction were found three anticancer compounds classified into fatty acid and one flavoring agent classified into aldehyde. The treatment cause cell death characterized with T47D cell morphology turn into round, smaller and irregular when compared to cell control. The IC50 values of ethanolic extract and n-hexane fraction were 8,670 and 26,020 microgram per mililiter

Kata Kunci : Allium sativum L., Bawang Hitam, Kanker Payudara T47D, Profil Metabolit Volatil, Uji Sitotoksisitas

  1. S1-2017-349093-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349093-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349093-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349093-title.pdf