Hubungan Status Gizi (IMT dan LLA) Terhadap Kekuatan Genggam Tangan pada Pasien Kanker Payudara dengan Radioterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
HASTARI SETYA DEWI, Dr. Susetyowati, DCN.,M.Kes.; dr. Sri Retna Dwi Danarti,Sp. Rad (K) Onk.
2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Kanker payudara merupakan kanker yang prevalensinya paling tinggi pada perempuan disusul dengan kanker mulut rahim dan menjadi penyebab kematian kedua akibat kanker pada wanita setelah kanker mulut rahim. Malnutrisi pada kanker dapat menyebabkan defisiensi protein yang berdampak pada penurunan kekuatan otot. Tujuan : Mengetahui hubungan status gizi yang diukur secara antropometri yaitu indeks massa tubuh dan lingkar lengan atas terhadap kekuatan genggaman tangan pada pasien kanker payudara dengan radioterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode : Jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien kanker payudara dengan radioterapi yang berobat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 50 orang. Uji statistik yang digunakan untuk analisis hubungan adalah Uji Korelasi Gamma. Hasil : Dari 50 responden, sebanyak 23 orang responden yang memiliki kekuatan genggam tangan upper range (>18 kg beban), sebanyak 59,3% diantaranya memiliki indeks massa tubuh normal (18-25). Kemudian dari 23 orang responden yang memiliki kekuatan genggam tangan upper range (>18 kg beban), sebanyak 44,4% diantaranya memiliki lingkar lengan atas normal (≥ 23,5). Uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi berdasarkan IMT dan LLA terhadap kekuatan genggam tangan (p>0,001).
Background: Breast cancer is a cancer with the highest prevalence in women, followed by cervical cancer, and is the second leading cause of death from cancer in women after cervical cancer. Malnutrition in cancer may lead to a protein deficiency, resulting in a decrease in muscle strength. Purpose: To determine the nutritional status correlation measured in anthropometry, namely, the body mass index and upper arm circumference against the hand grip strength in the patients with breast cancer with radiotherapy at Dr. Sardjito Central Public Hospital of Yogyakarta. Method: This is an observational research using cross sectional research design. The samples in this research were the breast cancer patients with radiotherapy having treatment at Dr. Sardjito Central Public Hospital who met the inclusion criteria as many as 50 people. The statistical test used for the correlation analysis was Gamma Correlation Test. Results: Of the 50 respondents, 23 respondents who had the upper range hand grip strength (> 18 kg load), 59.3% of them had a normal body mass index (18-25). Then, of the 23 respondents who had the upper range hand grip strength (> 18 kg load), 44.4% of them had a normal upper arm circumference (≥ 23.5). The statistical test showed that there was no correlation between nutritional status based on BMI and UAC against the hand grip strength (p > 0.001).
Kata Kunci : status gizi, imt, lla, kekuatan genggam tangan, kanker payudara, hand grip strength, bmi, breast cancer