Relasi Kuasa dalam Arena Industri Kampung Wisata (Studi Kasus Dominasi Kelas di Dusun Jowahan, Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang)
RASYID AGAM FUDHAIL, Drs. Andreas Soeroso, M.S.
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPenelitian studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi ekonomi dalam perspektif sosial tentang usaha pariwisata terutama homestay di Dusun Jowahan yang berjarak kurang dari 1 km dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (persero) Unit Borobudur. Tujuan dari penelitian ini dapat dijabarkan menjadi 3 (tiga) rincian: 1) Menggambarkan arena yang terdapat di industri kampung wisata Dusun Jowahan beserta dengan kontestasinya, 2) Menjelaskan pola dominasi yang terjadi di dalam arena, 3) Menggambarkan potensi serta tantangan industri kampung wisata terkait dengan keberlanjutannya. Penelitian ini menggunakan teori dari sosiolog Prancis Pierre Bourdieu mengenai strukturisasi field (arena) tempat di mana aktor atau aktor di dalamnya bertarung dengan menggunakan kapital serta habitus-nya untuk menjadi pemenang. Selain itu, studi juga dilakukan terhadap potensi dan tantangan dengan menimbang studi tentang keadilan dan kesejahteraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan data primer maupun sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi sedangkan data sekunder diperoleh melalui data dari pemerintah serta internet. Industri kampung wisata Dusun Jowahan merupakan arena dengan berbagai macam aktor di dalamnya yang memiliki kapital tersendiri dengan besaran yang bermacam-macam. Jaringan di dalam arena telah terbentuk sedemikian rupa sehingga membentuk susunan yang menempatkan pengelola homestay di bawah dominasi dari pihak dominan. Di satu sisi, pemerintah berusaha menormalisasi dominasi tapi belum berhasil dan di dalam normalisasi ternyata terdapat kontestasi juga. CSR sebagai aktor dengan kapital ekonomi terbanyak justru memiliki jaringan lebih kuat kepada pihak dominan. Akibatnya, pengelola homestay mengalami posisi stagnan ditambah lagi dengan adanya persaingan yang semakin ganas dengan usaha penginapan setingkat lainnya di lain dusun. Akan tetapi, semangat dari pengelola homestay masih ada dan mereka ingin mandiri di dalam melakukan usaha melalui organisasi atau perkumpulan yang kuat dan mandiri.
This case study research is intended to describe the economic condition of tourism business in social science perspective. The main study is focused on homestay business in Dusun Jowahan that located fewer than a kilometre away from PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (persero) Unit Borobudur. This research works on 3 (three) objectives: 1) Describes the arena in kampung wisata industry alongside with its contestation, 2) Defines the pattern of domination within the arena, 3) Describes continuous potential and challenge in a matter of industry of kampung wisata. This research uses a theory about social structure by a French sociologist named Pierre Bourdieu. In his theory, he suggests that in every society there is a competition between the actors using four capitals and habitus in order to become a champion. Moreover, study is also done on potential and challenge of the industry by further reading on inequality and welfare studies. The method of this research is based on qualitative research method that is also equipped with primary and secondary data. Primary data was obtained by interviews and observation whereas secondary data was obtained from governmental data and internet data. Kampung wisata industry in Dusun Jowahan is a form of a field which contains several actors that have their own capital in different amount. The network in the field is constructed in such a way that makes an arrangement with homestay managers under the domination of the dominating party. On one side, the government tries to normalise that domination but it is still does not work until now. Instead, it is found that government is also trying to compete with the dominating party in the arena. CSR as an actor with the most economic capital built their connection mainly through the dominating party. As a result, homestay managers suffers a stagnation which compounded by a growing competition that keeps going stronger towards another lodging businesses in the same level outside of the village. However, homestay managers still have their spirit to be autonomous in undertaking their business through a strong and independent organisation or association between them.
Kata Kunci : arena, industri pariwisata, pariwisata berbasis komunitas, dominasi, Borobudur; arena, tourism industries, community based tourism, domination, Borobudur