Laporkan Masalah

Studi Akseptasi dan Aplikasi Pedoman Komunikasi Calgary Cambrigde pada Komunikasi Dokter dan pasien di Layanan Kesehatan Primer

WIDYASTUTI, dr. Mora Claramita, MHPE, Ph.D

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Latar belakang: Komunikasi adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap dokter seperti juga keterampilan klinis medis lainnya. Panduan komunikasi mulai berkembang salah satunya panduan komunikasi Calgary Cambridge. Panduan ini banyak dipakai di banyak negara karena dianggap komprehensif dengan pendekatan patient centred care yang baik. Namun karena panduan ini berlatar budaya komunikasi negara Barat, perlu dilakukan penelitian apakah panduan ini dapat diterima dan diaplikasikan dokter layanan primer di kota Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016 - Januari 2017 di Kota Yogyakarta. Jumlah subjek sebanyak 58. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun dari panduan komunikasi Calgary Cambridge yang sudah dilakukan cross cultural adaptation. Hasil: Pedoman ini cukup dapat diterima oleh dokter di layanan primer Kota Yogyakarta namun belum diaplikasikan secara maksimal. Rerata akseptasi sebesar 4,03 (dalam skala 1-5) yang berarti sangat diterima, sedangkan rerata aplikasi sebesar 3,74 yang berarti kadang-kadang dilakukan. Ada perbedaan signifikan antara akseptasi dan aplikasi pedoman ini (p<0,01). Dari tiap bagian penyusun pedoman komunikasi, hampir seluruhnya berbeda bermakna antara akseptasi dan aplikasi kecuali di bagian "Membuka Sesi". Akseptasi antara Puskesmas dan non-Puskesmas, tidak memiliki perbedaan bermakna (p=0,115) sedangkan pada aplikasinya berbeda bermakna (p=0,001). Diaman tingkat aplikasi Puskesmas lebih rendah. Tidak ditemukan perbedaan akseptasi dan aplikasi antara dokter yang pernah mengikuti pelatihan komunikasi maupun yang belum. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan akseptasi untuk pedoman ini namun ada perbedaan dalam aplikasinya. Aplikasi di Puskesmas lebih rendah dibanding non-puskesmas. Pengalaman pelatihan komunikasi dokter juga tidak mempengaruhi akseptasi dan aplikasi pedoman ini

Background: Communication is a basic skill that must be acquired by every doctor just like any other clinical skills. One of communication guideline that is the most widely used in many country is Calgary-Cambridge Communication Guideline (CCCG). However, since CCCG is based on the Western style of communications, a further study may be necessary to determine whether CCCG is acceptable and applicable in Indonesia. Method: This research is an analytic descriptive study with cross-sectional study design. The research was conducted during December 2016 - January 2017 in Yogyakarta on 58 primary care doctor. The data was collected using CCCG-based questionnaire method with a cross-cultural adaptation. Result: CCCG is well accepted although its application is not optimum The acceptance rate is 4.03 (indicating highly acceptable), while the application rate is 3.74 (indicating occasionally implemented). There is a significant difference between the acceptance and application ( p <0.01). There is no a significant difference between the acceptance rate of Puskesmas and non-Puskesmas (p = 0,115) while the application is significantly different (p = 0,001). The application level of the Puskesmas is lower than those in non-Puskesmas. There is no difference in the acceptance or application of CCCG for doctor who have and who have not attended the communication training. Conclusion:. There is no difference is the acceptance of CCCG, but it does has a difference in its application. The application rate at Puskesmas is lower than non-Puskesmas. The experience in communication training do not affect the acceptance and the application of CCCG.

Kata Kunci : Acceptance, application, Calgary-Cambridge communication guidelines, Puskesmas, non-Puskesmas communication training

  1. S2-2017-356076-abstract.pdf  
  2. S2-2017-356076-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-356076-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-356076-title.pdf