Laporkan Masalah

Memaknai Representasi Waria dalam Media Massa buka kurung Analisis Resepsi Audiens Terhadap Representasi Waria dalam Film Dokumenter Renita, Renita tutup kurung

HANNUM MASAYU R, Novi Kurnia, M.Si., M.A., Ph.D

2017 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Berada di luar heteronormativitas yang berlaku, ketika isu mengenai Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT), khususnya transgender atau di Indonesia jamak disebut sebagai waria, akronim dari wanita-pria, naik ke permukaan, menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak terelakkan dalam masyarakat.Stereotip negatif seringkali dilekatkan pada waria terkait gender dan pilihan pekerjaannya. Pemberitaan yang diangkat juga sering hanya dari satu sudut pandang. Dengan menggunakan film dokumenter Renita, Renita (2006) sebagai objek penelitian, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pemaknaan audiens terhadap representasi waria yang ada dalam film dan juga memaparkan faktor-faktor terkait konteks sosial budaya dan konsumsi media informasi informan. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena masih jarang penelitian sebelumnya yang menggunakan analisis resepsi dengan mengangkat isu representasi waria dalam film dokumenter. Menggunakan metode analisis resepsi dari Stuart Hall, peneliti melihat bagaimana audiens memaknai pesan yang disampaikan dalam film dokumenter Renita, Renita (2006) yang dipengaruhi oleh aspek sosial budaya informan. Meskipun analisis resepsi Stuart Hall merujuk pada tiga posisi pemaknaan yaitu, dominan, negosiasi dan oposisi namun hasil penelitian menunjukkanadanya dinamika posisi pemaknaan audiens dalam memaknai representasi waria dalam film Renita, Renita (2006). Terdapat satu informan yang berada pada posisi dominan-hegemonik, empat informan pada posisi negosiasi serta satu informan pada posisi oposisi. Adanya informan pada tiap posisi pemaknaan tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemaknaan informan, yaitu perbedaan kebiasaan konsumsi media massa mainstream dan media massa alternatif, lingkungan tempat informan dibesarkan yang berkaitan dengan faktor agama, perbedaan gender dan orientasi seksual serta perbedaan dan perubahan lingkungan sosial atau pergaulan informan.

Being outside of the prevailing heteronormativity, when the issue of Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) rising, especially transgender or in Indonesia is commonly referred to as waria, male-female acronyms, creating inevitable friction within society. Negative stereotypes are often attached to waria in terms of gender and a job they did. The news in mass media is often only from one point of view. Using Renita, Renita(2006) documentary film, with Renita as the object of research, this research aims to find out interpretation of audience toward the representation of waria in film and describes factors related to the social and cultural context and informants media information consumption. This research is important because there are less previous research using reception analysis with the issue of waria representation in documentary film. Using Stuart Hall reception analysis method, researchers looked at how the audience interpreted the message in the Renita, Renita (2006) documentary film that was influenced by the cultural aspects of the informant. Although Stuart Hall's reception analysis refers to the three decoding position, dominant, negotiating and oppositional positions, the results of the study indicate the dynamics of the audience's meaning in interpreting the wariarepresentation of Renita, Renita (2006) documentary film. There was one informant in the dominant-hegemonic position, four informants in the negotiating position and one informant in the opposition position. The position of informants in each decoding position is inseparable from the factors that influence the meaning process of informants, namely differences in consumption habits of mainstream mass media and alternative mass media, the environment in which the informants were growing up relating to religious factors, gender differences and sexual orientation as well as differences and changes in the social environment of informants

Kata Kunci : Analisis Resepsi Audiens, Waria, Gender, Representasi, Film Dokumenter, Film Renita, Renita

  1. S2-2017-376395-abstract.pdf  
  2. S2-2017-376395-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-376395-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-376395-title.pdf