FENOMENA PEROKOK WANITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TES, KABUPATEN LEBONG, PROVINSI BENGKULU
TRI ADDYA KARINI, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Pada wanita, merokok terbukti berkaitan dengan kejadian kanker serviks, dan osteoporosis saat lanjut usia. Di dunia, perokok wanita mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, dan di Indonesia perilaku merokok pada wanita dianggap tabu, seperti di masyarakat Jawa. Wanita yang merokok akan dicap sebagai wanita yang nakal, namun keadaan ini berbeda dengan Kabupaten Lebong yang memiliki jumlah perokok wanita yang tinggi disebabkan oleh adanya penerimaan perilaku merokok wanita dari masyarakat. Tujuan: Mengetahui penyebab dan proses perilaku merokok yang dilakukan oleh perokok wanita di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode: Penelitian fenomenologi, dengan subjek penelitian wanita yang merokok dan tinggal di Kelurahan Tes, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan kepada 15 wanita perokok, dan untuk keabsahan data dilakukan wawancara mendalam kepada 2 orang tenaga promosi kesehatan puskesmas, dan kepada 4 orang suami wanita perokok. Hasil: Penyebab perilaku merokok wanita adalah meniru teman, pengaruh ibu merokok, setelah mencari uang merokok, waktu hamil inginnya merokok dan merasakan bau yang harum dari rokok. Perilaku merokok wanita terus berlanjut karena merasa merokok mantap kalau sudah makan, merokok bersama saat makan gaji dan uleak, adanya ketidaknyamanan jika tidak merokok, dan sikap suami positif terhadap perilaku merokok. Penelitian juga menemukan belum pernah dilakukan edukasi kesehatan tentang bahaya merokok terhadap kesehatan untuk para wanita di Kelurahan Tes. Kesimpulan: Sangat diperlukan edukasi kesehatan tentang bahaya merokok terhadap kesehatan kepada wanita, dan diperlukan suatu program khusus untuk membantu perokok wanita untuk berhenti merokok dan mencegah wanita yang belum merokok untuk tidak merokok, seperti layanan konseling berhenti merokok.
Background: For women, smoking is one of cause of cervix cancer, osteoporosis at elderly period. During the time, smoking women is increasing globally and in Indonesia, women smoker is taboo such as in Java. Women smoker has a stigma of naughty women that is different with women smoker at Lebong region which has high number of women smoker because there is acceptance of women smoking behavior from the community. Aims: To know the causes and process of women smoking behavior at Lebong regions, Bengkulu Province. Methods: This research used phenomenology approach and subjects were women who smoked and lived in Tes Village, Lebong District, Bengkulu Province. Data collection used were in-depth interviews and observations at 15 women smokers. The validity of the data used source triangulation, ie in-depth interviews to two health promotion staff of the puskesmas, and four husbands of women smokers. Results: The reasons of smoking in women were imitating friends, the influence of smoking mother, financial independency, want to smoking in pregnancy and tasting the smell of cigarettes fragrant. Smoking behavior of women continues because they perceived smoking complement eating, smoking together when makan gaji and uleak, if they were not smoking they got headaches, bitter mouth and tongue felt thick, and support from husband towards smoking behavior. The study also found that there was no any health education about the impacts of smoking about health for women in Tes. Conclusion: It is indispensable to do health education about the impacts of smoking on health for women and required a special program to help women smokers to stop smoking and prevent non-smoking women from start smoking, such as quit smoking counseling services.
Kata Kunci : perokok wanita, makan gaji, uleak