STUDI KINERJA DOSEN BERDASARKAN PROSES EVALUASI PEMBELAJARAN OLEH MAHASISWA JENJANG SARJANA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
FITRIANA IFTATIKA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D; Dr. Sri Suning Kusumawardani, ST., MT
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGIPerguruan tinggi mempunyai tugas dan kewajiban untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan unggul dalam menghadapi perkembangan zaman dengan mencetak lulusan yang berkompeten. Dalam menyelenggarakan pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif maka harus didukung oleh tingginya kinerja dosen dalam pendidikan, pengajaran, dan pendampingan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dosen dalam proses belajar mengajar ditinjau berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan asal unit kerja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang disusun oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro dan wawancara kepada mahasiswa. Data dianalisis menggunakan analisis Uji Beda dua sampel yang tidak berhubungan (Independent Sample T-Test), uji beda Mann Whitney, uji beda lebih dari dua sampel One Way ANOVA dan uji beda Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan tingkat kinerja dosen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kinerja dosen berdasarkan usia kecuali di prodi Teknik Perkapalan dimana kinerja dosen dengan usia di bawah 40 tahun lebih tinggi daripada dosen usia 40-50 tahun dan usia 51-60 tahun. Tidak ditemukan perbedaan secara signifikan kinerja dosen berdasarkan jenis kelamin. Rata-rata kinerja dosen laki-laki dan rata-rata kinerja dosen perempuan berada dalam kategori sangat baik. Secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan kinerja dosen berdasarkan tingkat pendidikan, kecuali di Teknik Arsitek. Rata-rata kinerja dosen menunjukan bahwa dosen dengan kualifikasi S2 lebih tinggi daripada dosen dengan kualifikasi S3. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan kinerja dosen berdasarkan asal unit kerja dosen, kecuali di tiga prodi yaitu Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, dan Teknik Geologi. Prodi Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan menghasilkan skor kinerja yang lebih tinggi untuk dosen dari luar unit kerja. Sedangkan di Teknik Geologi, dosen dari unit sendiri mendapatkan penilaian yang lebih tinggi daripada dosen dari unit luar.
Universities have the duty to prepare human resources that are reliable and superior in the face of the times by produce graduates who are competent. In conducting education that aims to produce superior and competitive graduates, it must be supported by the high performance of lecturers in education, teaching, and student mentoring. This study aims to analyze the performance of lecturers based on age, gender, education level, and the origin of the work unit. The data were collected by using the Evaluation of Teaching and Learning Processes formulated by Diponegoro University Quality Assurance Development and Quality Assurance Institution and interviewing the students. The data were analyzed using unrelated two sample (Independent Sample T Test) , Mann Whitney test, different test of two One Way ANOVA samples and Kruskal Wallis test to determine the difference of lecturer performance level. The results of this study indicate that there is no significant difference in lecturer performance level based on age except in Naval Engineering program where the performance of lecturer with age below 40 years higher than lecturer age 40-50 years and age 51-60 years. There was no significant difference in lecturer's performance on the basis of gender. The average performance of male lecturers and the average performance of female lecturers are in very good category. In general there is no significant difference in lecturer performance based on education level, except in Architecture Engineering. The average performance of lecturers shows that lecturers with S2 qualifications are higher than lecturers with S3 qualification. There were no significant differences in lecturer's performance based on the origin of the lecturer's work unit, except in the three study programs: Mechanical Engineering, Environmental Engineering and Geological Engineering. Mechanical Engineering and Environmental Engineering produce a higher performance score for lecturers from outside the work unit. While in Geology Engineering, the lecturers from the unit themselves get a higher assessment than the lecturers from the outside unit.
Kata Kunci : Kinerja Dosen, Evaluasi Proses Belajar Mengajar, Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi