MEDIA LOKAL DAN KONFLIK ANTAR PEMELUK AGAMA; Analisis Framing Berita Terbakarnya Masjid di Tolikara dan Gereja di Aceh Singkil Pada Harian Serambi Indonesia
UUN AULIAUS SAKINAH, Dr. Muhamad Sulhan, M.Si
2017 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiINTISARI Peristiwa konflik merupakan realitas sosial yang mengandung nilai berita (news value) yang sangat tinggi. Salah satu cara yang dipakai oleh media dalam membangun sebuah realitas adalah dengan cara framing (pembingkaian). Setiap media tentu saja memiliki frame sendiri dalam memberitakan suatu peristiwa. Bahkan media yang sama dapat membingkai dua peristiwa yang hampir serupa dengan frame yang berbeda. Penelitian ini membahas tentang bagaimana berita mengenai kasus pembakaran masjid di Tolikara dan gereja di Singkil dibingkai (frame) oleh media lokal di Aceh, Harian Serambi Indonesia (HSI). Metode yang digunakan adalah analisis framing dengan memakai formula dari Robert M. Entman (define problems, diagnose causes, make moral judgment dan treatment recommendation). Tujuannya adalah ingin melihat bagaimana berita mengenai kedua konflik tersebut dibingkai oleh HSI. Data diperoleh dari berita-berita yang berhubungan dengan insiden yang terjadi di Tolikara dan Singkil yang dimuat pada HSI pada edisi Juli 2015 dan Oktober 2015. Ada tiga kategori yang digunakan untuk melihat framing berita, yaitu akar permasalahan konflik, peran dan upaya pemerintah dalam menangani konflik, serta tanggapan tokoh agama, organisasi, dan masyarakat terkait insiden tersebut. Dari ketiga kategori tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa media lokal HSI cenderung lebih berpihak pada Islam sesuai dengan lingkungan tempat media ini berada. Keberpihakan tersebut terlihat dari cara media ini yang lebih menonjolkan insiden yang terjadi di Singkil terjadi karena umat Kristen yang ingkar janji.
ABSTRACT Conflict is a social phenomenon that contain high news value (news value). Media uses the framing for constructing reality. Each media has its own frame in reporting an event. Ssame media can frame two similar events with different frames. This study discusses how the news of the burning of mosques in Tolikara and church in Singkil is framed by local media in Aceh, Harian Serambi Indonesia (HSI). The method used framing analysis from Robert M. Entman’ formulas (define problems, diagnosis cause, make moral judgment and treatment recommendation). The aim of the studyis to see how the news of the two conflicts is framed by the HSI. Data were collected from news related to the incidents occurring in Tolikara and Singkil that were published at the HSI on July 2015 and October 2015 editions. There are three categories used to see news framing, namely, the root conflict problem, the role and the effort of the Government to overcome conflicts, also responses by religious figures, organizations, and communities related to the incident. From those three categories, the researcher concluded that the HSI tends to support the Islam because this madia locating in Muslim milieu. The alignment can be observed through the strategy of the media in reporting the news where the media more accentuated the incident in Singkil because the Christians dissobey promises.
Kata Kunci : Kata Kunci: Analisis framing, media lokal, konflik pemeluk agama