Laporkan Masalah

Dinamika Resiliensi Ibu Single Parent dengan Anak Tuna Ganda

USWATUN HASANAH, Sofia Retnowati, Prof., Dr., M.S., Psikolog

2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Memiliki anak dengan diagnosa tuna ganda menimbulkan stres pengasuhan tersendiri pada orangtua. Beratnya beban yang harus ditanggung orangtua dalam mengasuh anak mampu memicu berbagai masalah dalam rumah tangga seperti kepergian salah satu pasangan karena ketidakmampuan mengelola stres berkelanjutan pada pengasuhan anak tuna ganda. Kepergian suami membuat ibu merasa bertanggung jawab penuh pada proses pengasuhan dan menjadi stressor yang menekan pada ibu karena harus bertanggung jawab dalam dua peran yaitu sebagai ibu dan sekaligus menjadi ayah bagi anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai proses dinamika resiliensi ibu single parent dengan anak tuna ganda yang dimulai dari fase awal sebelum diagnosis dan setelah anak mendapat diagnosis tuna ganda, fase stres akibat ditinggal suami dan beragam faktor risiko yang muncul, hingga fase adaptasi dan berakhir pada fase penguatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara pada tiga orang informan yang berdomisili di Kota Kendari. Pemilihan metode penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplor dan mengkaji dinamika resiliensi pada ibu single parent dengan anak tuna ganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor risiko yang menjadi proses awal dalam dinamika resiliensi pada ibu single parent dengan anak tuna ganda seperti disfungsi keluarga, masalah finansial, masalah sosial, stres pengasuhan pada ibu, dan terdapat keyakinan terhadap hal mistis sebagai salah satu pemicu permasalahan. Permasalahan yang dialami menimbulkan dampak negatif pada kondisi psikologis dan juga kondisi fisik. Usaha yang dilakukan dalam menghadapi permasalahan terpusat pada problem focused coping dan emotional focused coping dengan memperoleh dukungan dari lingkungan dan juga melakukan aktivitas sehari-hari. Proses Bangkit dan penguatan resiliensi pada ibu single parent dengan anak tuna ganda seperti memiliki harapan, belajar dari pengalaman, kelekatan yang terjalin antara anak dan ibu, dan keyakinan religius. Karakteristik resiliensi pada ibu single parent dengan anak tuna ganda adalah kompetensi sosial, otonomi, problem solving, dan memiliki kesadaran tujuan terhadap masa depan.

Having a child with a diagnosis of double-handicap can cause a certain parenting stress to the parents. The burden of nurturing a child with double-handicap that must be borne by the parents could lead to several household problems, such as the escapement of one of the parents because of the inability to manage the sustained stress. The escapement of the husband can make the mother feels fully responsible for the nurturing, and thus become a stressor which depresses the mother because of the responsibility for the role of both father and mother toward her children. The purpose of this research is to assess the dynamics of resilience on single-parent mother who has a child with double-handicap, starting from the initial phase before and after the diagnosis of double-handicap, stress phase because of the escapement of husband and several risk factors that may arise, up to the phase of adaptation and strengthening. This research used the qualitative method by conducting observation and interview to three informants who domiciled in Kendari. Qualitative method is selected for exploring and examining the resilience dynamics toward single parent mother who has a child with double-handicap. The results showed that there are risk factors which become the initial process in the dynamics of resilience on single-parent mother who has a child with double-handicap, such as family disfunction, financial and social problems, parenting stress on the mother and a belief that mystical factor was causing the problems. Those problems raised negative impacts toward the psychological and physical condition. The attempt made to solve the problems was centered on problem focused coping and emotional focus coping by gaining support from the environment and doing daily activities. The processes of raising and strengthening of resilience on single-parent mother who has a child with double-handicap are hopefulness, learning from experience, the bond between child and mother, and religious belief. The characters of resilience on single-parent mother who has a child with double-handicap are social compensation, autonomy, problem-solving, and having goals for the future.

Kata Kunci : Qualitative, dynamics of resilience, single parent mother who has a child with double-handicap

  1. S1-2017-347210-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347210-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347210-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347210-title.pdf