Laporkan Masalah

PRESERVASI MANUSKRIP JAWA DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI

RR. NER. WULANDARI, 1. Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si

2017 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Preservasi merupakan proses yang memiliki tujuan untuk melestarikan informasi yang terkandung dalam bahan pustaka agar dapat dipertahankan keutuhannya. Naskah/manuskrip kuno dimasukkan sebagai bagian dari benda cagar budaya karena ditinjau dari usianya yang lebih dari 50 tahun dan nilainya dianggap penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Untuk itu, pengelolaan, pelestarian, perlindungan dan pemanfaatan terhadapnya merupakan kewajiban memelihara nilai budaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan preservasi manuskrip Jawa pada perpustakaan Museum Sonobudoyo di era teknologi informasi dan menelaah pemanfaatannya dari manuskrip Jawa setelah terkena dampak teknologi informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan keadaan dan menggali aspek terkait preservasi dengan pengumpulan data-data maupun fakta di lapangan. Preservasi yang dilakukan perpustakaan Museum Sonobudoyo meliputi: transliterasi yaitu mengalih-tulisan asal (Jawa, Pegon) menjadi tulisan latin sebagaimana umumnya. Kebanyakan tulisan manuskrip Jawa di perpustakaan Museum Sonobudoyo menggunakan tulisan Jawa dan Pegon. Per Maret 2015 ada sekitar 220 naskah yang dialihaksarakan menjadi tulisan latin. Kemudian dilakukan kegiatan alih media, yaitu mengalihkan informasi yang terkandung di dalam naskah menjadi media baru sesuai perkembangan teknologi. Alih media pertama kali dilakukan pada tahun 1980an dengan menggunakan media mikrofilm. File terbaru yaitu alih media menggunakan proses scan kemudian menjadi file yang dapat disimpan dalam komputer. File tersebut dapat diakses menggunakan komputer yang disediakan di perpustakaan Museum Sonobudoyo. Dokumen fisik dari manuskrip juga diawetkan oleh perpustakaan Museum Sonobudoyo dan menjadikan sebagai koleksi inti, karena manuskrip merupakan dokumen fisik yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Jenis pemustaka yang memanfaatkan manuskrip terbagi menjadi dua yaitu; masyarakat akademisi dan masyarakat umum. Penelitian oleh kalangan akademisi yang memanfaatkan keberadaan manuskrip Jawa pada dasarnya ada dua jenis yaitu; Pertama, penelitian yang menggunakan manuskrip Jawa sebagai obyek penelitian, untuk mengkaji satu naskah tertentu dari aspek tertentu. Kedua, menjadikan manuskrip Jawa sebagai referensi, baik sebagai referensi utama maupun referensi tambahan. Jenis pengunjung dari masyarakat kalangan umum jumlahnya masih sedikit dibandingkan masyarakat dari kalangan peneliti/akademisi.

Preservation is a process whose aim to preserve the information containing in the library materials in order to maintain their integrity. Ancient manuscript is involved as part of heritage objects because it is more than 50 years and its value is deemed important to the history, science and culture. Hence, management, preservation, protection and utilization should be performed. The purpose of this research is to describe the preservation of Javanese manuscripts in the Library of Sonobudoyo Museum in the era of information technology and examines the use of Javanese manuscripts in the the Library of Sonobudoyo Museum after influenced by information technology. This research is qualitative descriptive that describes a situation and reviews an aspect related preservation with collecting the data and evidence in the field. Preservation conducted in the Library of Sonobudoyo Museum includes transliteration that is switch the origin form (Javanese, Pegon) into Latin form. Generally, most of the Javanese manuscripts in the Library of Sonobudoyo Museum use Javanese and Pegon form. Based on the research that obtained from the data up to March 2015, there were about 220 of manuscripts that have been converted in Latin form. Thus, media switching is conducted, it is a process of transfering information contained in the manuscript into new media with the development of technology. Media switching was applied firstly in the 1980s with using microfilm. The latest is media switching that uses the scan process which subsequently into a file that can be stored in the computer. The file can be accessed using a computer provided in the Library of Sonobudoyo Museum. Physical document of manuscript is also preserved because the Library of Sonobudoyo Museum makes the physical document as a main collection because manuscript is a physical document having high historical value. The type of readers utilizing manuscript is divided into two, namely: academic readers and public readers. The research of academic readers in utilizing the existence of Javanese manuscript is divided into two types, the first type is the research using Javanese manuscript as object study, it is to investigate a certain text of certain aspect. Second, use Javanese manuscript as reference, both as major reference or additional reference. The type of visitors from public readers is still low than people from academic readers.

Kata Kunci : preservasi, manuskrip Jawa, teknologi informasi

  1. S2-2017-339446-abstract.pdf  
  2. S2-2017-339446-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-339446-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-339446-title.pdf