Gulen-Inspired Institution as Transnational Actor in Indonesia-Turkey Public Diplomacy
HANS FAREL RHEZA, Dr. Samsu Rizal Panggabean, M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALDi era informasi digital, diplomasi publik menjadi salah satu aspek yang patut untuk diperhatikan dalam membangun hubungan antar negara. Diplomasi publik itu sendiri memiliki proses dinamika komunikasi multidemsional yang dapat membantu sebuah negara memahami, menginformasi, dan mempengaruhi publik. Salah satu dari banyak cara kovensional dalam melakukanya yaitu dengan mengadakan sekolah internasional. Menggunakan sekolah internasional sebagai aktor transnasional dalam diplomasi publik dapat menghasilkan banyak isu kontemporer dalam ranah hubungan internasional. Dengan prespektif new institutionalism dan konsep soft power, penulis mengambil contoh bagaimana PASIAD dapat memberi benefit bagi pemerintahan Indonesia. Program sekolah seperti beasiswa, pertukaran budaya, dan program sosial dapat membantu menjaga hubungan kedua belah negara dalam jangka panjang. Bagaimanapun, gejolak politik di Turki antara Erdogan dan Gulen tidak dapat dihindari dalam ranah sekolah internasional yang seharusnya bersifat non-politik. Tuduhan sekolah teroris oleh pemerintah Turki membuat Indonesia agar lebih jeli dalam memproses regulasi sekolah internasional. Penelitian ini ditunjukkan untuk melihat seberapa jauh kapabilitas sekolah internasional dalam membentuk hubungan bilateral negara khususnya Indonesia-Turki. Analisis yang dalam mulai dari terbentuknya Hizmet di Indonesia hingga pembubaran PASIAD diberikan untuk memberikan hasil riset yang signifikan
In a digital era, public diplomacy becomes a notable aspect to improve state bilateral relations. Public diplomacy itself is dynamic and multidimensional communication process that helps the state in understanding, informing and influencing the public. One of many conventional ways to conduct public diplomacy is through establishing international schools. Using international schools as a transnational actor in public diplomacy could produce many possibilities in the international relations field. With new institutionalism perspective and the concept of soft power, the author takes an example of how PASIAD Indonesia could give many benefits and new situations to Indonesia government. Programs such as scholarship, cultural exchange, and a social program may help to the long-term preservation of both state relations where two ways of communication are conducted. However, political turbulence between Erdogan and Gulen brings its tension to Indonesia-Turkey bilateral relations. The accusation of terrorist schools drives Indonesia government to more concern with the regulation of international schools. This research is intended to see how international schools have rooms of capabilities to shape international relations. Deep analysis from the emergence of Hizmet in Indonesia until the abolishment of PASIAD will give some research findings which lead to significant roles of international schools in shaping Turkey-Indonesia bilateral relations.
Kata Kunci : Gulen Institution, PASIAD, Transnational Actor, Education, Soft Power, Public Diplomacy