DARI BIJI HINGGA BARISTA: Studi tentang Konstruksi Barista oleh Rezim Komodifikasi Kopi
DIMAS PROBO P, Prof. Dr. Heru Nugroho
2017 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaTesis ini berfokus pada kaedah Regime of Truth pada dunia perkopian. Dimana kebenaran dikukuhkan melalui aturan-aturan yang dikeluarkan oleh rezim tertentu. Menitik beratkan pada kebenaran dari rezim apa yang mampu mencetak identitas barista, berdasar tujuan apa, dan sejauh apa barista menyikapi hal tersebut. Tidak hanya bertujuan untuk menelisik lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi dibalik perjalanan dari biji kopi hingga ke tangan barista, tetapi lebih kepada upaya melepaskan kebenaran kuasa dari bentuk-bentuk hegemoni sosial, ekonomi dan budaya, yang beroperasi pada dunia perkopian. Tercatat dalam sejarah, bisnis komoditas kopi ternyata sangat menguntungkan. Terlebih jika dilihat dari perubahan-perubahan yang muncul mulai dari permasalahan politik, agama, ekonomi, geografis, sains, hingga gaya hidup setidaknya terpaut tidak jauh dari dunia perkopian. Kejayaan itu kemudian dibangkitkan kembali melalui siklus dan skema melalui rezim kebenaran tertentu sehingga mampu menjangkau lebih luas dan dalam. Salah satu faktor berkembangnya industri komoditas kopi adalah hadirnya barista. Wacana tentang barista sebagai teknisi sekaligus seniman dalam hal menyajikan kopi terus-menerus didengungkan melalui berbagai media, semisal film; pelatihan-pelatihan kebaristaan; diskusi bebas; dan sertifikasi yang berkaitan dengan 'apa dan bagaimana menjadi barista’. Barista kemudian akan dinilai ampuh jika memiliki sertifikasi tertentu. Sertifikasi tersebut kemudian memunculkan negosiasi nilai tawar seorang barista. Terlebih dengan beragamnya latar belakang dan identitas barista. Hal ini menyebabkan fragmentasi terhadap barista yang saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi ini menyebabkan tegangan-tegangan yang berlanjut pada kontestasi dan atau negosiasi antar pelakunya, hingga resistensi. Kemunculan berbagai varian barista dengan pemahaman dan peminatannya tersebut memicu penegakan rezim atas kebenaran masing-masing. Kata kunci: Regime of truth, ekonomi politik, sertifikasi, barista, perkopian
This thesis focuses on the regime of truth in coffee cultures, where truth reinforced by the rules as issued by the specific regime. Focusing on which truth is able to create the identity of barista, by what purpose, and how barista addressing it. Not only aimed on what actually happened behind the coffee beans' journey to barista, but also tend to unequipped the power of truth from the forms of social hegemony, economic and culture, which is operates in the coffee cultures. Historically, coffee commodity business is very profitable. Moreover, if it seen from the changes of political issues, religion, economic, geographic, science, lifestyle and so on around the coffee cultures. The triumph then rose again as circuits and schemes through a specific truth by regime of power to reach wider and deeper aspect. One of the factors of this industrial development is the presence of barista. The discourse about barista as technicians as well as artisans constantly buzzed through various media such as film; training; discussion; and certification related to 'what and how to become a barista'. Barista then will be considered effective if have specific certification. The certification then raises the negotiations of barista's bargaining value. Moreover, with barista's varied background and identity, causing fragmentation among barista which of course interacting one another. This interaction causing tension continues on contestation and or negotiations between them, even act of resistance. The emergence of barista's variant with their each perspectives trigger the truth enforcement through each regime. Key Words: Regime of truth, political economy, certification, barista, coffee culture
Kata Kunci : Regime of truth, ekonomi politik, sertifikasi, barista, perkopian