PERANAN PENGADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA MELALUI MEDIASI BERDASARKAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 1 TAHUN 2016 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN DI PENGADILAN NEGERI TEMANGGUNG
RAHMAWATI WAHYU S, Dr. Sutanto, M.S.
2017 | Tesis | S2 HUKUM LITIGASITujuan penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui peranan pengadilan dalam praktik penyelesaian perkara perdata di Pengadilan Negeri Temanggung berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 serta mengetahui penyebab keberhasilan dan kegagalan proses mediasi. Adapaun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif-empiris. Penelitian hukum normatif-empiris merupakan penelitian dengan memadukan antara data sekunder dengan melakukan studi pustaka, yang kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan dengan melakukan penelitian di lapangan berupa wawancara, data diperoleh langsung dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengadilan berperan dalam pelaksanaan mediasi memberikan sarana bagi pelaksanaan mediasi melalui ketersediaan mediator, dan ketika terjadi kesepakatan perdamaian yang kemudian ditetapkan dengan putusan. Hambatan pelaksanaan mediasi berasal dari faktor eksternal dan internal para pihak. Faktor internal berasal dari mindset seseorang yang sudah mengajukan gugatan ke pengadilan harus menang, dan faktor eksternal berasal dari lingkungan keluarga serta Kuasa Hukum itu sendiri begitu pula jumlah hakim yang bersertifikat mediator yang sedikit dan mediator hakim yang tidak bersertifikat yang kurang mempuyai keahlian untuk menjadi mediator. Pendukung pelaksanaan mediasi di Pengadilan Negeri Temanggung adalah ruang kaukus yang terpisah dari ruang mediasi, serta dukungan Mahkamah Agung terhadap kelancaran proses mediasi berupa memberi pelatihan sertifikasi mediator serta pembuatan pedoman perilaku bagi mediator.
The purpose of this study is to able to know the role of the court in the practice of settlement of civil cases in the Temanggung District Court based on Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 and know the causes of success and failure of the mediation process. Therefore the used method is law-empirical legal research. Normative-empirical legal research is a research by combining the secondary data by doing literature study, which then continued with primary data or field data by conducting field research in the form of interviews, data obtained directly from the research subjects. The results of the study show that courts play a role in mediation through mediators from internal courts and guidelines issued by the Supreme Court. Factors that hamper the implementation of mediation in the Temanggung District Court are the lack of number of judges, especially judges who have mediator certification. Another factor is that the judge has an inner conflict in becoming a mediator. Factors that support the implementation of mediation are separate mediation rooms and caucuse.
Kata Kunci : Mediasi, Pengadilan Negeri Temanggung dan PERMA Nomor 1 Tahun 2016