Analisis Learning Organization pada Lembaga Administrasi Negara: Studi pada Kedeputian Bidang Inovasi Administrasi Negara
MARDIONO, Ely Susanto, SIP., MBA., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 Administrasi PublikPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan learning organization serta apa saja yang menjadi kendala dan faktor sukses dalam pelaksanaan learning organization pada Kedeputian Bidang Inovasi Administrasi Negara - Lembaga Administrasi Negara. Sebagaimana Garvin (1993) menyatakan bahwa organisasi membutuhkan pembelajaran (learning) untuk menjadi lebih baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed methods) dengan menggunakan dua jenis instrumen untuk memperoleh data primer, yaitu instrumen survei (penelitian kuantitatif) dan instrumen wawancara (penelitian kualitatif). Kedua penelitian ini (kuantitatif dan kualitatif) dilakukan berurutan, dimulai dengan penelitian kuantitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk menambah penjelasan hasil-hasil penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat analisis yang dikembangkan Garvin et al. (2008) berdasarkan three building blocks of the learning organization. Alat analisis yang dikembangkan Garvin et al. (2008) berupa instrumen survei yang memungkinkan organisasi untuk mengukur proses pembelajaran dalam implementasi learning organization yang telah diterapkan dengan membandingkan nilai organisasi pembelajaran dengan skor pembanding atau benchmark scores. Dari hasil penelitian, diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan learning organization bagi Kedeputian Bidang Inovasi Administrasi Negara. Berdasarkan hasil penelitian ini, Kedeputian Bidang Inovasi Administrasi Negara sudah merupakan learning organization, namun belum masuk pada kategori learning organization yang cukup baik dan kuat bila dibandingkan dengan benchmark scores yang telah ditetapkan. Dari hasil perbandingan benchmark scores, subkomponen yang masih memiliki skor yang kurang dan perlu dikembangkan adalah opennes to new ideas, information collection, dan education and training. Kedepannya, Kedeputian Bidang Inovasi Administrasi Negara masih memerlukan banyak perbaikan untuk menjadi sebuah organisasi pembelajaran yang lebih baik.
The purpose of this research was to analyze the implementation and identify the barriers (critical factors) and key success factors in the implementation of learning organization at Deputy of Public Administration Innovation - National Institute of Public Administration. According to Garvin (1993), an organization has to learn in order to be a better organization. This research was a mixed method research since it used two types of instrument in order to obtain primary data, i.e. survey instrument (quantitative research) and interview instrument (qualitative research). These researches (the quantitative and qualitative) were performed in sequential started by the quantitative research and then continued by the qualitative research in order to add explanation to the result of the quantitative research. This research is using an analytical tool developed by Garvin et al. (2008) based on the three building blocks of the learning organization. The analytical tool developed Garvin et al. (2008) in the form of a survey instrument that allows the organization to compare the value of the learning organization with benchmark scores. Hopefully, this research can be used as a recommendations for the improvement of learning organization can be provided. Based on the results of this study, the Deputy of Public Administration Innovation has been a learning organization, but not the good and strong category of learning organization yet compared to the benchmark scores that have been set. From benchmark scores comparison results, subcomponents that still have scores that are less and need to be developed are opennes to new ideas, information collection, and education and training. In the future, the the Deputy of Public Administration Innovation still needs a lot of improvement to become a better learning organization.
Kata Kunci : Learning organization, Organisasi pembelajaran, Three building blocks of the learning organization, Penelitian metode kombinasi, Benchmark scores