Laporkan Masalah

VALENSI ANTARA CORPORATE GOVERNANCE, AUDIT INTERNAL, DAN PENGENDALIAN INTERNAL (STUDI KASUS pada PT. Angkasa Pura 1 Bandara Adisucipto

ABDUL AZIIZ MUHSYI, Dr. Sumiyana., M.Si., Ak., CA

2017 | Tesis | S2 Akuntansi

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi valensi antara corporate governance, audit internal, dan pengendalian internal. Selain itu, penelitian ini melakukan analisis persamaan antara corporate governance, audit internal, dan pengendalian internal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas dari corporate governance, audit internal, dan pengendalian internal memiliki valensi yang sama. Valensi ini memberikan bukti bahwa aktivitas-aktivitasnya bertujuan akhir yang sama. Valensi ini juga memberikan bukti bahwa aktivitasnya saling beirisan sehingga dapat disederhanakan. Penyederhanaan valensi dilakukan dengan menyubsetkan aktivitasnya menjadi satu himpunan yang terdiri dari corporate governance, audit internal, dan pengendalian internal. Penyederhanaan valensi ini dapat dijelaskan dengan structural information theory dan simplicity theory. Structural information theory menyatakan bahwa jika ditinjau dari sudut tertentu, objek yang dirasakan cenderung muncul sebagai bentuk fenomenologis yang paling sederhana. Simplicity theory merupakan konsep penyederhanaan yang menjelaskan bahwa sesuatu yang terlihat besar dan luas sebenarnya sederhana

This study identifys, analysis, synthesis the valences among corporate governance, internal audit, and internal control. Specifically, this study analyzes the similarities among those. The results of this study show that activities of corporate governance, internal audit, and internal controls have the same valences. These valences provide that the activities possess the same ultimate goal. These valences also provide evidence that the activities are interspersed so that it can be simplified. Simplification of valences is conducted by sub-set the activities into a set consisting of corporate governance, internal audit, and internal control. These simplification of valences could be explained according to structural information theory and simplicity theory. I infer from the structural information theory, that if perceived objects are viewed from a certain angle, they are actually tend to appear as the simplest phenomenological form. On the other hand, I posit from the simplicity theory, that something looks big and wide is actually simple.

Kata Kunci : corporate governance, audit internal, pengendalian internal, simplicity theory, structural information theorycorporate governance, audit internal, pengendalian internal, simplicity theory, structural information theory

  1. S2-2017-386973-abstract.pdf  
  2. S2-2017-386973-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-386973-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-386973-title.pdf