LITERASI INFORMASI PUSTAKAWAN DALAM MENULIS ILMIAH DI UNIVERSITAS GADJAH MADA
RAHMAT FADHLI, Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si
2017 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPustakawan saat ini dituntut untuk menulis ilmiah berdasarkan surat keterangan menteri untuk pengembangan profesinya. Dalam memenuhi tugasnya dalam menulis ilmiah, pustakawan memerlukan perhatian pada kemampuan litersi informasi mereka khususnya dalam menulis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi informasi pustakawan dalam menulis ilmiah dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi informasi pustakawan di Universitas Gadjah Mada. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model Literasi Informasi Seven Pillars Research Lens. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan SEM (Structural Equation Modeling) dengan memberikan kuisioner kepada responden yaitu pustakawan di Universitas Gadjah Mada dengan jumlah responden 45 pustakawan. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji validitas, uji reabilitas dan uji hipotesis dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 16 for Windows dan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi pustakawan dalam menulis ilmiah berada pada nilai 3,51. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan informasi dengan nilai 3,64, menilai dan mengidentifikasi gaps informasi dengan nilai 3,77, menentukan strategi pencarian informasi dengan nilai 3,61, mengumpulkan dan mengakses informasi dengan nilai 3,56, membandingkan dan mengevaluasi informasi dengan nilai 3,29, mengorganisasikan informasi secara professional dan etis dengan nilai 3,52, mensitesiskan dan mempresentasikan tulisan secara oral atau tekstual dengan nilai 3,27. Tidak ada perbedaan antara kemampuan literasi informasi laki-laki dan perempuan. Latar belakang pendidikan mempengaruhi kemampuan literasi informasi pustakawan. Usia dan lama bekerja pustakawan tidak berpengaruh pada kemampuan literasi informasi. Sedangkan kemampuan literasi informasi pustakawan berpengaruh signifikan pada jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh pustakawan. Variabel faktor yang berpengaruh dalam literasi informasi adalah faktor motivasi dan faktor sikap, sedangkan faktor KSAs tidak berpengaruh secara signifikan.
Librarian currently are required to write scientific paper based on ministerial decree for development the profession. In fulfilling its duties, librarians are need attention for they skills in information literacy especially in scientific writing. This study aims to analyze librarian's information literacy skills on scientific writing and to identify the factors that influenced librarian's information literacy at Universitas Gadjah Mada. The model used in this research is Information Literacy Model "research lens". Seven Pillars by SCONUL. The research method that used in this research is quantitative method with SEM (Structural Equation Modeling) approach. The researcher gave questionnaires to the respondents, involved 45 librarians at Universitas Gadjah Mada. The researcher used validity test, reliability test and hypothesis test used SmartPLS and SPSS version 16.0 for Windows to analyze the data. The results of research showed that librarian's information literacy on scientific writing mark with 3,51. Identify information need with mark 3,64, asses and identify gaps with mark 3,77, construct strategies for locating information with mark 3,61, locate and access the information with mark 3,56, compare and evaluate information with mark 3,29, organize information professionally and ethically with mark 3,52, synthesizing new information and presenting the result with mark 3,27. There is no difference between male and female librarian's information literacy skills. The educational background affects information literacy skills. Librarian's age and length of work has no effect on information literacy skills. While the librarian's information literacy skills have a significant influence on the number of scientific works produced by librarians. Meanwhile factors influencing librarian's information literacy are motivation factor and attitude factor, meanwhile KSAs factors has no significant effect to librarian's information literacy.
Kata Kunci : Literasi informasi, pustakawan, research lens, menulis ilmiah