Fibrilasi atrium sebagai faktor Prognosis awal stroke iskemik akut
ALAMSYAH, dr. H. Moh. Was'an, Sp. S (K)
2003 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit SyarafTujuan penelitian: Menghitung proporsi dari prognosis awal yang buruk diantara pasien stroke iskemik akut dengan dan tanpa fibrilasi atrium dan membandingkan fibrilasi atrium sebagai prediktor dengan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap prognosis awal. Rancangan penelitian: Studi kohort (prospektif observasional) Tempat: Multisenter (RS. Sardjito, RS. Bethesda, RS. Panti Rapih, RS. PKU Muhammadiyah, RS. Loka Pala, RSU, Tegalyoso Klaten dan RSU. Banyumas ) . Partisipan: Seratus tiga puluh empat pasien dalam 72 jam setelah onset telah diambil dengan mengikuti prosedur perhitungan besar sampel (a=0,05; b=0,10; perbedaan proporsi 18%) Ukuran outcome: Kematian dan perburukan defisit neurologis dalam minggu pertama setelah onset adalah variabel tergantung dari penelitian ini, sedangkan faktor-faktor serebral dan faktor-faktor sistemik yang mempengaruhi variabel tergantung adalah variabel bebas diamati. Hasil: Terdapat 134 subjek yang memenuhi kriteria telah diteliti secara lengkap. Pada outcome kematian, 13 subjek mati (9,70%), penyebab kematian pada fase ini adalah herniasi (7 kasus) dan kardial (6 kasus). Setelah dilakukan analisis univariat terhadap beberapa variabel secara statistik adalah signifikan yaitu fibrilasi atrium (p=0,029; 95% CI=1,180 - 12,606), kesadaran (p=0,000; 95% CI=4,351 - 58,107), defisit neurologis masuk (p=0,000) dan suhu (p=0,000). Hanya 1 variabel yang tetap berpengaruh setelah analisis multivariat yaitu defisit neurologis masuk (B=0,136; RR=1,145; 95%CI=1,039 - 1,262). Sedangkan untuk outcome perburukan defisit neurologis, setelah analisis univariat terdapat dua variabel signifikan yaitu fibrilasi atrium (p=0,000; 95% CI=6,209 - 375,703) dan tekanan darah sistolik (p=0,044). Hanya 1 variabel yang tetap signifikan setelah analisis multivariat yaitu fibrilasi atrium (B=3,882; RR=48,525; 95%CI=6,189 - 380,441). Simpulan: Secara statistik fibrilasi atrium terbukti sebagai faktor "independent" prognosis awal perburukan defisit neurologis, namun tidak untuk prognosis kematian pada stroke iskemik akut.
Kata Kunci : Stroke Iskemik Akut, Fibrilasi Atrium