Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA FENOMENA BEBAN GIZI GANDA KELUARGA (HOUSEHOLD DUAL BURDEN MALNUTRITION) DI DESA DAN KOTA DI INDONESIA ANALISIS DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY (IFLS) 2014

NUR FITRI WIDYA A, Dr.dr.Emy Huriyati,M.Kes; Dr.Susetyowati,DCN,M.Kes

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Perkembangan urbanisasi, dan ekonomi yang cepat pada negara berkembang menyebabkan terjadinya nutrition transition, dimana hal ini berdampak pada terjadinya fenomena beban gizi ganda (BGG) pada keluarga dimana terdapat anggota rumah tangga yang memiliki status gizi kurang dan status gizi lebih tinggal dalam satu keluarga. Beban gizi ganda banyak terjadi pada pasangan ibu dan anak karena merupakan kelompok umur yang rentan terhadap masalah gizi dan hal ini disebaban karena multifaktorial, termasuk wilayah tempat tinggal yaitu desa dan kota karena perbedaan karakteristik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan terjadinya BGG di desa dan kota. Sehingga kedepannya diharapkan pemerintah dapat mengatasi masalah BGG ini lebih efektif dan efisien. Metode : Penelitian crossectional dengan menggunakan data Indonesian Falmily Life Survey (IFLS) 5 dengan unit analisis keluarga yang didalamnya terdapat pasangan ibu overweight dan anak underweight atau sebaliknya. Faktor-faktor yang dianalisis adalah sosio demografi, lingkungan sanitasi rumah, faktor jaminan kesehatan dengan memperhatikan faktor asupan makanan tinggi kalori dan riwayat sakit. Hasil : Prevalensi BGG di desa dan kota di Indonesia adalah 8,06% dan 8,43%. Faktor strip faktor yang berhubungan dengan terjadinya BGG adalah usia ibu, pendidikan ibu, tingkat ekonomi dan jumlah anak untuk keluarga di desa, sedangkan di kota adalah usia ibu, tingkat ekonomi, jumlah anak dan kepemilikan jaminan kesehatan. Kondisi lingkungan, asupan tinggi kalori, dan riwayat sakit tidak memiliki hubungan signifikan terhadap terjadinya BGG, baik di desa maupun di kota. Di desa, keluarga dengan ibu yang berusia lebih dari 20, pendidikan rendah, tingkat ekonomi tinggi memiliki peluang lebih besar mengalami BGG (p<0,000) dan di kota ibu yang memiliki usia 21-30 tahun, memiliki anak tidak lebih dari 2 dan memiliki jaminan asuransi kesehatan memiliki peluang lebih rendah untuk mengalami BGG (P<0,05) Kesimpulan : Faktor usia ibu, pendidikan ibu, tingkat ekonomi dan jumlah anak merupakan faktor yang berhubungan dengan terjadinya fenomena BGG pada keluarga di desa. Sedangkan di kota, usia ibu, tingkat ekonomi, jumlah anak dan kepemilikan asuransi merupakan faktor yang berhubungan dnegan terjadinya fenomena BGG

Background : Dual burden malnutrition (DBM) is the coexistence both overweight and underweight family member the same household resulting effect of the nutrition transition. Multifactor may cause this problem, such like socio-demographic, hygiene and sanitation, and dietary factors that can be different between urban and rural, so this study aimed to know the associated factors of DBM in household level between rural and urban in Indonesia for effectively and efficiently government program to handle this problem. Methods : A cross-sectional study using Indonesian Family Life Survey (IFLS) wave 5 with household as the unit analysis. The categories of household with DBM was mother and child (2-18 years old) pair that had underweight and overweight nutritional status. Socio-demographic, house environment, health insurance ownership factors would be tested using multinomial logistic regression. Result: The prevalence of DBM in rural and urban in Indonesia is 8,06% and 8,27%. In rural, a household that has mother age >20 years, lower education, highest economic status have higher chance of household DBM (P<0,000) and in urban a household that has mother age between 21-30,the number of children less than 3, and has the health insurance have lower chance of household DBM (P<0,05) Conclusion : Maternal age and education, economic status, and the number of children are the associated factor for DBM in rural. Then maternal age, economic status, the number of children, and ownership of health insurance are the associated factors for DBM in urban.

Kata Kunci : Beban gizi ganda,IFLS,Desa dan kota,Dual burden malnutrition,Household,IFLS,Rural and urban

  1. S2-2017-388179-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388179-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388179-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388179-title.pdf