Laporkan Masalah

Komponen Aksesibilitas yang Mempengaruhi Pemanfaatan Jalan Tol Semarang Solo oleh Kawasan Strategis

CATHERINE WAHYU NWS, Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc

2017 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas pada jalan nasional yang selama ini menjadi jalan utama dalam pendistribusian orang maupun barang dan juga untuk meningkatkan akses kawasan-kawasan strategis yaitu kawasan yang diprioritaskan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian apakah kawasan-kawasan strategis tersebut memiliki akses yang cukup baik untuk memanfaatkan Jalan Tol Semarang -Solo dilihat dari sisi komponen aksesibilitas. Penelitian dilakukan dengan metode pengukuran gabungan antara activity based measured dan infrastructure based measured, dimana perjalanan yang dihasilkan oleh suatu kawasan dibagi dengan faktor impedansi atau hambatan jaringan jalan penghubung dari kawasan strategis menuju gerbang tol terdekat. Faktor impedansi berupa jarak, waktu tempuh, tingkat pelayanan dan kondisi perkerasan. Data faktor impedansi ini diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan indeks aksesibilitas kawasan strategis rata-rata tergolong rendah (nilai indeks < 70), indeks aksesibilitas tinggi hanya dimiliki oleh kawasan strategis perkotaan Ungaran sebesar 201,44. Dari sisi pemanfaatan akses tol terdekat diperoleh nilai pemanfaatan sebesar 48%, dengan kawasan industri yang paling kecil yaitu 23%. Komponen aksesibilitas yang paling berpengaruh untuk pemanfaatan jalan tol pada kawasan industri adalah level of service sebesar -0,32, pada kawasan perkotaan adalah komponen biaya yaitu sebesar -4,884, dan pada kawasan wisata adalah komponen waktu yaitu sebesar -2,489.

The construction of the toll road between Semarang and Solo is intended to reduce the traffic load on arterial roads, in order to distribute passengers and freight, and to increase accessibility into strategic regions. Therefore, it is necessary to investigate whether these strategic regions have better access to take advantage of the Semarang-Solo toll road system by looking at their accessibility components. The investigation can be done quantitatively with a method that combines activity-based measures and infrastructure- based measures, which involves dividing a trip generated within a region by impedance of networking roads which connect a strategic region to the nearest toll gate. The impedance factors includes distance, travel time, level of service, and road performance. The impedance factor data is done by observation, interview, and questionnaire. On average, the accessibility index of these strategic regions is low (index value <70). High accessibility only exists in the urban area Ungaran, which has an index value of 201,44. In term of utilization value of access to the nearest toll road is 48%, by the smallest industrial region of 23%. The most significant accessibility component in using the toll road for the industrial area is the level of service, at -0.32, while for the urban area, it is the cost, at -4.884, and for the tourist areas, it is the time which is -2.489.

Kata Kunci : Toll Roads, Accessibility, Strategic Regions, Significant Factors

  1. S2-2017-389159-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389159-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389159-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389159-title.pdf