Pengaruh prolanis terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasin Hipertensi Di Puskesmas Pandak II Kabupaten Bantul 2017
F. SITA MURTI, Prof. dr. Hari Kusnanto J, SU, DrPH
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang : Hipertensi penduduk dunia di atas 25 tahun adalah 40 % tahun 2008 menurut WHO dan 75% terjadi di negara berkembang. Hipertensi memberikan komplikasi penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan kecacatan. Di dunia 9,4 juta kematian akibat komplikasi . Komplikasi hipertensi tergantung dari tinggiya tekanan darah dan lamanya tekanan darah tidak terkontrol. Diperkirakan 10% pembiayaan kesehatan untuk penatalaksanaan hipertensi dan komplikasinya. Prevalensi hipertensi di Indonesia 26,5% tahun menurut Riskesdas 2013. Penatalaksanaan hipertensi perlu difokuskan ke fasilitas tingkat pertama yang lebih efektif untuk menurunkan resiko kematian, kecacatan, dan biaya. Badan Pengelola Jaminan Sosial(BPJS) penyelenggara JKN( Jaminan Kesehatan Nasional) mewajibkan tiap fasilitas kesehatan tingkat pertama menerapkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis(Prolanis). Prolanis melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan penatalaksanaan hipertensi secara farmakologi dan non farmakologi. Tujuan :Penelitian untuk mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah antara kelompok Prolanis dan kelompok Non Prolanis di Puskesmas Pandak II. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain kohort retrospektif. Penelitian menggunakan data sekunder pasien hipertensi yang mengikuti Prolanis dibandingkan yang tidak mengikuti Prolanis di Puskesmas Pandak II. Data dari rekam medis meliputi karateristik, tekanan darah (tekanan sisitolik dan tekanan diastolic), dan IMT( Indeks Massa Tubuh) tiap bulan dalam 1 tahun( Juni 2016 – Mei 2017). Analisis data digunakan repeated measures Anova. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan perbandingan antar kelompok perlakuan terdapat perbedaan signifikan di variabel tekanan darah ( p < 0,05). Perbandingan antar waktu pengukuran menunjukkan perbedaan signifikan di variabel tekanan diastolik dan IMT dari bulan ke-1 sampai bulan ke-12 (p < 0,05). Interaksi perbedaan antara kelompok perlakuan dan waktu pengukuran terdapat perbedaan signifikan pada ketiga variabel( p < 0,05). Terdapat kecenderungan naik di kelompok Non Prolanis dan kecenderungan turun di kelompok Prolanis, dengan perbedaan kecenderungan tekanan sistolik (p = 0,04); tekanan diastolik (p = 0,01); dan IMT( p = 0,001). Kesimpulan: Penurunan tekanan darah pasien hipertensi di kelompok Prolanis lebih baik daripada kelompok Non Prolanis
Background : Hypertension of people in the world over age 25 is 40 % in 2008 according to WHO and 75 % occurs on developing countries. Hypertension gives complications of heart disease, stroke, heart failure, and disabilities. There are 9, 4 millions of death because of complications. Hypertension complications depend on the level of blood pressure and the duration of uncontrolled blood pressure. Estimation is that 10% of health financing for the management of hypertension and its complications. The prevalence in Indonesia is 26,5% according to Riskesdas in 2013. Hypertension management must be focused on primary care which is reducing death-risk, disabilities, and the charge. BPJS becomes the administrator of JKN, obliges every first-rate facility have to apply Prolanis. It is doing the activities which are appropriate with hypertension management on pharmacology and non-pharmacology. Objective : The research is to find the difference of decreased blood pressure in Prolanis and Non-Prolanis group in Puskesmas Pandak II. Methode : Quantitative research with cohort retrospective design. This research uses secondary data of hypertension patients who are following Prolanis compared with who are not following Prolanis in Puskesmas Pandak II. Medical records covered characteristic of patients, blood-pressure, and BMI every month in one year (June 2016 – May 2017). The analysis used repeated measures Anova. Research Result : Result of analysis shows the comparison of treatment group occurring significant differences in blood pressure variables (p< 0,05). Difference interaction, and measurement period on all three variables (p <0,05). There is uptrend in Non-Prolanis group and downtrend in Prolanis group with the difference of systolic pressure trend (p = 0,04); diastolic pressure (p = 0,01); and BMI (p = 0,001). Conclusion : Decreased blood pressure of hypertension in Prolanis group is better than Non Prolanis Group.
Kata Kunci : Hypertension, Prolanis, Decreased Blood Pressure.