AUDIT KLINIK INTERVENSI KELUARGA FASE AWAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI BANGSAL RAWAT INAP JIWA RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG
AZIZAH NURULIATI, Dr. dr. Rizaldy Pinzon,Mkes, SpS.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Intervensi keluarga merupakan salah satu terapi psikososial yang ikut berperan dalam meningkatkan luaran klinis pada perawatan pasien skizofrenia. Intervensi keluarga bertujuan mengurangi kekambuhan, meningkatkan kualitas hidup pasien, menurunkan beban keluarga dan memperbaiki fungsi keluarga pada pasien skizofrenia. Perlu dilakukan audit klinik untuk mengukur seberapa besar angka kesesuaian intervensi keluarga fase awal sebagai standar pelayanan rawat inap pasien skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Tujuan: Meningkatkan kesesuaian pelaksanaan intervensi keluarga fase awal pada pasien skizofrenia dalam rangka peningkatan mutu pelayanan di bangsal rawat inap dengan melakukan audit , eksplorasi sebab, merancang perbaikan dan reaudit. Metode: Metode yang digunakan adalah action research yang melibatkan subyek penelitian dalam upaya perbaikan melalui penerapan siklus audit. Angka kesesuaian audit dan reaudit didapatkan dari sumber data sekunder di dalam 60 rekam medis pasien. Penyebab ketidaksesuaian dieksplorasi sebagai data primer yang dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Hasil dan Pembahasan: Kesesuaian pelaksanaan intervensi keluarga fase awal pada audit adalah sebesar 80%, kesesuaian sekuensial pemberian materi intervensi keluarga fase awal sebesar 54% dan kesesuaian penyampaian subtopik materi intervensi keluarga fase awal sebesar 0%. Faktor penyebab utama ketidaksesuaian adalah pendokumentasian yang tidak teratur. Redesain dilakukan dengan membuat formulir intervensi keluarga yang baru dengan sosialisasi dan pendampingan perawat. Hasil reaudit didapatkan angka kesesuaian pelaksanaan intervensi keluarga fase awal meningkat menjadi 87%, kesesuaian sekuensial pemberian materi intervensi keluarga fase awal sebesar 58% dan kesesuaian penyampaian subtopik materi intervensi keluarga fase awal sebesar 88%. Kesimpulan dan Saran: Audit pelaksanaan intervensi keluarga sebesar 80% mengalami peningkatan menjadi 87% melalui redesain berupa perbaikan pendokumentasian. Peningkatan angka kesesuaian sekuensial hanya sebesar 4% masih perlu diupayakan untuk lebih meningkat dengan melakukan resosialisasi secara intensif kepada perawat. Peningkatan mutu pelayanan pada aspek promotif preventif dengan memasukkan kegiatan intervensi keluarga fase lanjutan untuk meningkatkan luaran klinik pasien skizofrenia.
Background: Family intervention is one of psychosocial therapies that play a role in improving clinical outcomes in the care of schizophrenic patients. Family intervention aimed at reducing recurrence, improving patient quality of life, lowering family burden and improving family function in schizophrenic patients. Clinical audit is needed to measure how big the early phase of family intervention adjustment as the standard of inpatient service of schizophrenic patients in Prof. Dr. Soerojo Magelang Mental Hospital. Objectives: Improving the suitability of early phase family interventions in schizophrenic patients in order to improve the quality of care inpatient wards by conducting audit, exploration causes, designing improvements and reaudit. Method: The method used is action research involving subjects in the improvement effort through the implementation of audit cycle. The audit and reaudit compliance rates obtained from secondary data sources in 60 medical records. The causes of nonconformities are explored as primary data collected through Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews. Result and Discussion: The sustainibility of preliminary family intervention implementation in the audit was 80%, the sequential suitability of early family intervention materials was 54% and the correspondence of sub-phase submission of the early stage family intervention material by 0%. The main cause of nonconformities is irregular documentation. Redesign is done by creating a new family intervention form with socialization and nursing assistance. The result of the reaudit shows that the suitability level of the early phase of family intervention increased to 87%, the sequential suitability of 58% early phase family intervention material was 58% and the suitability of subtopic submission of the early-phase family intervention material by 88%. Conclusion and Recommendations: The audit of the implementation of family intervention by 80% has increased to 87% through redesign in the form of documentation improvement. An increase in the sequential suitability rate of only 4% still needs to be pursued to increase with intensive resocialization to nurses. Improved quality of service on the preventive promotive aspect by incorporating advanced phase family intervention activities to increase clinical outcomes of schizophrenic patients.
Kata Kunci : intervensi keluarga, skizofrenia, audit klinik, peningkatan mutu, family intervention, schizophrenia, clinical audit, quality improvement