Laporkan Masalah

PENYESUAIAN DIRI PENCARI SUAKA: PENGALAMAN IMIGRAN TIMUR TENGAH DI KOTA FREIBURG

NURANI FAJRI N, Dr. Anna Marie Wattie, M.A.

2017 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Tesis ini membahas mengenai penyesuaian diri yang dilakukan oleh pencari suaka di Kota Freiburg dengan melihat pada pengalaman mereka di ruang privat dan ruang publik. Pencari suaka menghadapi budaya baru dengan tata cara, norma, nilai yang berbeda dengan asal mereka. Selain itu pencari suaka harus mampu menyesuaikan dan memenuhi persyaratan suaka agar lepas dari ancaman deportasi. Berdasarkan situasi inilah maka pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengalaman pencari suaka di ruang privat dan ruang publik dan bagaimana pencari suaka menyesuaikan diri dan menyiasati deportasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyesuaian diri pencari suaka berdasarkan pengalaman mereka di ruang privat dan ruang publik sekaligus untuk melihat apakah konsep ruang privat dan ruang publik relevan dengan kondisi pencari suaka. Teori liminalitas menjadi dasar yang kemudian dihubungkan dengan teori ruang privat dan ruang publik, teori manusia dalam hubungannya dengan tempat dan lanskap, teori mobilitas dan imobilitas dan yang terakhir adalah teori mengenai adaptasi dan penyesuaian diri. Metode penelitian adalah wawancara mendalam, pengamatan dan ikut terlibat dalam kegiatan pengungsi. Hasil penelitian ditulis dengan metode deskriptif naratif dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa hal sebagai berikut: Pengalaman pencari suaka menunjukkan kontradiksi budaya yang harus mereka hadapi dan sesuaikan. Bahwa ada nilai, norma, perilaku dan tata cara yang berbeda dan harus diterima yang juga berpengaruh pada pilihan mobilitas mereka. Status mereka sebagai pencari suaka dalam struktur sosial masyarakat dan kondisi sosial politik turut mempengaruhi persepsi mereka. Keputusan pencari suaka untuk menikah, melanggengkan keluarga, berpacaran dengan orang Jerman dan menyesuaikan penampilan adalah bentuk negosiasi yang mereka pilih. Termasuk di dalamnya memanfaatkan peluang dan modal yang ada untuk bisa membangun relasi. Ruang privat dan ruang publik yang dialami pencari suaka pun cair, tidak relevan dan harus dinegosiasikan. Dalam proses ini mereka harus mampu melewati batasan bahasa dan menjadi angkatan kerja agar bisa lepas dari cengkeraman deportasi. Sebagaimana Jerman menerima arus besar pengungsi dalam skema memenuhi kebutuhan negara akan tenaga kerja. Kata Kunci: pencari suaka, adaptasi kultural, ruang privat, ruang publik.

This thesis is discussing about the asylum seekers adaptation in Freiburg city through their experience in private space and public space. These asylum seekers facing new culture with manner, norms, values, etc which is different from their culture origin. Moreover, the asylum seekers must be able to adapt and fulfil the asylum requirements to avoid deportation. Based on this situation the research questions are how the asylum seekers experience the private space and public space and how they adapting the new culture and have tactics to steer clear from deportation. The objective of this study is to understand the asylum seekers adaptation efforts based on their experience in private and public space and also to see whether the private space and public space concept is relevant with their condition. The theoretical framework in the beginning of this research is liminality theory which is connected to private and public space theory, place and landscape theory, mobility and immobility theory and cultural adaptation theory. In-depth interview, observations, and involved in asylum seekers activities are the main research method. While narrative-descriptive method with qualitative data analysis method are used to write this thesis. Based on the analysis, the asylum seekers experience shows that they have to face and adapt to cultural contradiction. There are values, norms, behaviour and manner differences that has to be accepted and influence their mobility choices. Their asylum seekers status in the society social structure and the social politic condition also influence their perception. The asylum seekers decisions to get married, having more child, having relationship with German people and adjust their personal appearance are part of their negotiation. Including using their capital and opportunity to build relation with the community. From this research we found that the private space and public space experienced by the asylum seekers is fluid, not relevant and need to be negotiated. In this process they have to cross language borders and become the workforce to avoid deportation. As Germany scheme of accepting refugees is to meet the country�s need for labor. Keywords: asylum seekers, cultural adaptation, private space, public space.

Kata Kunci : asylum seekers, cultural adaptation, private space, public space

  1. S2-2017-388999-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388999-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388999-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388999-title.pdf