Penilaian Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pusat Kota Sungai Pinyuh Berdasarkan Pendekatan Proses Analisis Hirarki (PAH) / Analytic Hierarchy Process (AHP)
AJIE SAPUTRA ARIEF, Prof. DR. Yeremias T. Keban, S.U., MURP; Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKota Sungai Pinyuh sebagai suatu kota kecamatan di Kabupaten Mempawah telah menetapkan pusat kota dalam rencana tata ruangnya yaitu di wilayah yang berada di tepat pada persimpangan 3 ruas jaringan jalur arteri utama yang menghubungkan Kota Pontianak dengan Kota Singkawang, Kota Pontianak dengan kabupaten-kabupaten didaerah pedalaman Kalimantan Barat dan jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Barat dengan wilayah perbatasan Malaysia. Kondisi ini ditandai dengan adanya pemusatan aktivitas baik aktivitas perekonomian maupun aktivitas pelayanan lainnya di pusat kota yang berdampak pada timbulnya berbagai macam permasalahan perkotaan. Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui RTRW Kota Sungai Pinyuh Tahun 2010-2030 telah membagi wilayah administrasi Kota Sungai Pinyuh menjadi 5 Bagian Wilayah Kota (BWK). Dalam rencana detail ini ditetapkan BWK A sebagai wilayah pusat kota yang berfungsi sebagai pelayanan regional dan kota. Pusat Kota Sungai Pinyuh. Pusat kota berkembang secara cepat dan didominasi dengan pembangunan sarana perdagangan di sepanjang koridor jalan utama. Kota Sungai Pinyuh BWK A atau pusat Kota Sungai Pinyuh semakin padat dan menjadi magnet yang menarik untuk aktivitas penduduk tidak hanya penduduk setempat namun juga penduduk dari wilayah sekitar. Perkembangan bangunan pertokoan tumbuh secara masif dibarengi dengan penurunan kualitas lingkungan yang timbul akibat pertumbuhan penduduk, arus transportasi dan aktifitas penduduk. Untuk itu perlu diteliti faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pusat Kota Sungai Pinyuh. Untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pusat Kota Sungai Pinyuh, digunakan teori Charles C. Colby sebagai rujukan. Teori ini kemudian dikembangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor, kriteria dan sub kriteria yang terkait dengan perkembangan pusat Kota Sungai Pinyuh. Penentuan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pusat Kota Sungai Pinyuh dilakukan dengan Proses Analisis Hirarki atau Analytic Hierarchy Proccess (AHP). Berdasarkan hasil AHP, diketahui bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pusat Kota Sungai Pinyuh adalah kuatnya daya tarik dari pusat kota dengan bobot 0,837 dengan kriteria utama yang membentuk faktor kuatnya daya tarik dari pusat kota adalah pusat kota Sungai Pinyuh menyediakan kesempatan kerja yang besar dari sektor perdagangan dan jasa.
Sungai Pinyuh as a subdistrict city in Mempawah District has set the city center in its spatial plan that is in the area located at the intersection of three segments of the main arterial network that connecting Pontianak (The Capital of West Kalimantan Province) with Singkawang, Pontianak with the districts in the hinterland of West Kalimantan Province and national roads that connecting West Kalimantan Province with Malaysia's border region. This condition is marked by the concentration of economic and other public activities in the city center that impact on the emergence of various kinds of urban problems. To overcome this problem Mempawah District Government through Regional Spatial Plan of Sungai Pinyuh 2010-2030 has divided the administrative area of it into five city parts 0(BWK). In its detailed plan, BWK A is designated as a downtown area that serves as a regional and city service. Sungai Pinyuh city center is becoming more and more attractive to the activity of the inhabitants not only locals but also residents of the surrounding area. The city center is expanding rapidly and dominated by the construction of trading facilities along the main road corridors. The development of the shophouses grows massively coupled with the decline in environmental quality arising from population growth, transport flow and population activity. Therefore, it is necessary to examine what factors influence the development of Sungai Pinyuh city center. To examine the factors influencing the development of the Sungai Pinyuh city center, Charles C. Colby's theory is used as a reference. This theory was then developed to identify the factors, criteria and sub-criteria associated with the development of Sungai Pinyuh city center. Determination of the main factors affecting the development of Sungai Pinyuh city center is done by Analytic Hierarchy Proccess (AHP). Based on the AHP results, it is known that the main factor affecting the development is the strong attraction of the city center with a weight of 0.837 with the main criteria which forming the strong factor of attraction of the city center is the Sungai Pinyuh city center is providing large employment opportunities from the trade and services sector
Kata Kunci : AHP, Analytic Hierarchy Process, perkembangan kota, Sungai Pinyuh