Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI DIRI SANTRI WARIA DI PONDOK PESANTREN WARIA AL-FATAH PERSPEKTIF EKSISTENSI MANUSIA SOREN AABYE KIERKEGAARD

NUR ISMA DEWI, Dr. Septiana Dwiputri Maharani

2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Penelitian ini berjudul Identifikasi Diri Santri Waria di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Perspektif Eksistensi Manusia Soren Aabye Kierkegaard. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara filosofis identifikasi diri pada santri waria dengan menggunakan perspektif Kierkegaard mengenai eksistensi manusia (tahap-tahap estetis, etis, dan religius). Keberadaan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah menimbulkan beragam opini masyarakat. Selama ini waria dihadapkan dengan berbagai tekanan sosial dan dipaksa untuk mengubah hidup sesuai dengan tatanan dan norma yang berlaku. Pemahaman masyarakat yang minim terhadap diri waria menyebabkan waria kurang mendapat tempat dalam masyarakat. Peneliti tertarik untuk mengamati lebih dalam berbagai aktivitas santri waria di Pondok Pesantren sehubungan dengan proses pembentukan identitas diri pada santri waria. Penelitian ini menggunakan model penelitian pandangan filosofis di lapangan yang diperkuat dengan wawancara dan studi pustaka. Hasil wawancara sebagai data primer dianalisis menggunakan teori eksistensi Kierkegaard sebagai objek formal yang diperoleh melalui kajian pustaka. Unsur-unsur metodis yang digunakan peneliti adalah deskripsi, interpretasi dan refleksi. Hasil penelitian adalah (1) Profil santri waria di Pondok Pesantren Al-Fatah dibentuk dari latar belakang santri waria yang berbeda namun pada tujuan yang sama yaitu memiliki kehendak dan otoritas untuk belajar agama. (2) Santri waria di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah berusaha membentuk identitas dengan memutuskan diri untuk menjadi pribadi yang terus berjuang dalam kehidupan. (3) Relevansi dari teori eksistensi Kierkegaard pada identifikasi diri santri waria di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah mengungkapkan bahwa sebagian santri waria belum sepenuhnya menemukan identitas diri yang otentik, realitas dimaknai dengan berbagai rasa ketegangan, kenyamanan, maupun duka. Bagi Kierkegaard seseorang mencapai eksistensi dengan memasuki tahap religius yang bersifat menyerahkan diri dengan keadaan yang sepenuhnya (apropriasi) tanpa memikirkan hal duniawi termasuk memberikan bentuk perhatian pada diri sendiri (self-regard).

This research entitled "Self-Identification of transvestite santri at Pesantren Waria Al-Fatah Perspective of Human Existence Soren Aabye Kierkegaard". The purpose of this study is to philosophically examine the self-identification of transvestite santri by using Kierkegaard's perspective on human existence (aesthetic, ethical, and religious stages). The presence of Pesantren Waria Al-Fatah has significantly raised a variety of public opinions. During this period of time, people that involved in transvestite was confronted with various social pressures and being forced to change in accordance with the prevailing orders and norms. The lack of adequate knowledge about transvestite within society have driven this group of people to have less role in the community. Researcher is interested to observe more in various activities of transvestite santri in Pondok Pesantren in relation to the process of establishing their self-identity. The research model used for this study was philosophical outlook which was conducted in the field with the support of interview and literature study. The results of interviews as primary data were analyzed using Kierkegaard's theory of existence as a formal object obtained through literature review. As for the methodical elements used by researcher were description, interpretation and reflection. The results of the study were (1) the profile of transvestite santri in Pesantren Waria Al-Fatah was formed from variety of different backgrounds but with the same goal of determination and authority to study about their religion. (2) transvestite santri at Pesantren Waria Al-Fatah attempt to form their identity by deciding to become a person who continues to struggle in life (3) The relevance of Kierkegaard's theory of existence for the self-identification of transvestite santri at Pesantren Waria Al-Fatah disclosed the fact that some transvestite santri have not fully discovered an authentic identity; reality is interpreted by various feelings of tension, comfort, and sorrow. For Kierkegaard one achieves existence by entering a religious stage which is identified with complete self-surrender (appropriation) without the thought of worldly things including the form of giving self-attention (self-regard).

Kata Kunci : Transvestite santri, existence, self-identification

  1. S1-2017-347697-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347697-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347697-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347697-title.pdf