STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI SENI KERAJINAN PAHAT BATU SEBAGAI DESTINASI WISATA DI KABUPATEN MAGELANG
AGUSTINUS JATMIKO, Dr. Subando Agus Margono
2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)ABSTRAK Strategi Pengembangan Industri Seni Kerajinan Pahat Batu sebagai Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Pariwisata merupakan aspek penting dalam rangka pemanfaatan potensi daerah, tidak saja dalam rangka meningkatkan penerimaan pendapatan daerah, diharapkan juga dapat memperluas kesempatan kerja dengan membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat. Pengembangan pariwisata memerlukan peran dan kontribusi dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran dan kontribusi menurut posisi dan kapasitasnya masing-masing. Dalam pengembangan pariwisata, obyek dan daya tarik wisata harus memenuhi tiga syarat yaitu ada yang dilihat, ada yang dilakukan, dan ada yang dibeli. Dikawasan Industri Seni Kerajinan Pahat Batu memenuhi tiga unsur tersebut, melihat atraksi seni pahat batu, belajar seni pahat batu, dan sebagai cindera mata membeli hasil seni kerajianan pahat batu. Kawasan industri seni kerajinan pahat batu sendiri mempunyai potensi dan daya tarik wisata berupa atraksi sehingga layak dibangun dan dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang dapat diterapkan untuk mengembangkan kawasan Industri Seni Kerajinan Pahat Batu sebagai destinasi wisata di kabupaten magelang dengan cara mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dari kawasan produki seni pahat batu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskreptif kualitatif. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder berasal dari dokumen laporan, peratura-peraturan yang akan diteliti, serta kajian pustaka dari hasil penelitian mengenai strategi pengembangan pariwisata
ABSTRACT Strategy for developing the stone carving industry as a tourist destination in Magelang regency. Tourism is an important aspect in utilising a region’s potential, not only by increasing local revenue, but also by providing new employment opportunities and encourage new economic activities among the local people. Tourism development requires contributions from differing parties, whether from the government, private sectors, or local population themselves. Each party have its own roles and contributions that they could make based on their own position and capabilities. In tourism development, the object or place of interests must possess three different requirements in which they possess something to be seen, something to be done, and something to be bought. The Stone Carving Industry Area (Kawasan Industri Seni Kerajinan Pahat Batu) met all of the three requirements, you could see the stone carving crafts, you could learn how to carve yourself, and you could buy products of the crafts as souvenirs. The stone carving industry area have its own potential and its own tourist attractions and thus deserving for further development and improvement as a tourist destination. This research is done to formulate a tourism development strategy that could be applied to develop and improve the Stone Carving Industry Area as a tourist destination in the Magelang regency by identifying and analysing the internal and external factors of the area. This research is using descriptive qualitative research method. The data is consisted of primary data gathered from interviews and observations. The secondary data are consisted of field reports, documents, laws and regulations, and literature review of various research on tourism development strategy.
Kata Kunci : strategi pengembangan, destinasi wisata, industri seni kerajinan pahat batu