PENERAPAN METODE VISUAL RESOURCE MANAGEMENT DALAM EVALUASI RENCANA POLA RUANG RDTR KOTA BALIGE
PENDIKARY PASARIBU, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKota Balige memiliki keindahan alam yang berkualitas tinggi yang terbentuk dari hasil ledakan gunung toba 700.000 tahun silam dan kebudayaan yang terbentuk. Kota Balige sebagai salah satu gerbang wisata Danau Toba, keindahan alamnya harus tetap terjaga agar tetap dapat menjadi atraksi wisata yang dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Penyusunan RDTR Kota Balige sebagai kunci penataan ruang belum secara maksimal dapat menjaga kualitas keindahan alam yang ada. Melalui evaluasi rencana pola ruang yang telah ditetapkan diharapkan keindahan alam tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian visual lansekap menggunakan metode Visual Resource Management (VRM), mengklasifikasi pengelolaan lansekap sesuai dengan hasil evaluasi Visual Resource Management dan mengevaluasi rencana pola ruang RDTR Kota Balige dengan hasil klafisikasi tujuan pengelolaan lansekap. Metode Visual Resource Management (VRM) telah berhasil melindungi sumber daya visual lansekap di Amerika Serikat dari pembangunan infrastruktur publik maupun rencana pembangunan lainnya. Metode ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu: inventarisasi visual lansekap, klasifikasi tujuan manajemen lansekap, penilaian tingkat kekontrasan rencana dengan klasifikasi, dan terakhir upaya mitigasi. Dalam penelitian ini, penggunaan metode Visual Resource Management (VRM) hanya tahap inventarisasi visual dan klasifikasi tujuan manajemen lansekap. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, Kota Balige dibagi menjadi 21 unit penilaian dengan 9 titik pengamatan dan didapatkan sebagian besar lansekap Kota Balige berada pada klasifikasi visual VRM kelas II. Hasil ini kemudian menjadi dasar dalam mengevaluasi rencana pola ruang. Dari hasil evaluasi rencana pola ruang, terdapat beberapa pola ruang yang tidak sesuai dengan karakter lansekap eksisting yang berada di 6 unit penilaian. Rencana tersebut berupa rencana zona perumahan dan zona campuran yang kurang dan tidak mendukung pelestarian kualitas keindahan lansekap. Oleh karena itu diperlukan strategi mitigasi visual dan perubahan rencana pola ruang dalam penanganannya.
Balige City has a high-quality natural beauty that was formed from the result of a 700 million-year-old Mountain Toba's explosion and an original fascinating culture there. As one of the tourim front gates of Lake Toba, Balige's natural beauty must be maintained in order to remain a tourist attraction that can attract local and foreign tourists. The RDTR Formulation of Balige City as the key of spatial planning has not been able to maintain the quality of natural beauty that exists in maximum capacity. Through the evaluation of the planned spatial pattern plan, it is expected to keep the natural beauty within. This study aims to conduct visual landscape assessments using Visual Resource Management (VRM) method, classify landscape management in accordance with Visual Resource Management evaluation results and evaluate RDTR of Balige City's spatial pattern plan with the classification results of landscape management objectives. Visual Resource Management (VRM) methods have successfully protected landscape visual resources in the United States from public infrastructure development as well as other development plans. This method consists of several stages: visual landscape inventory, classification of landscape management objectives, assessment of the contrast level of the plan by classification, and mitigation efforts. In this study, the use of Visual Resource Management (VRM) method only includesthe stage of visual inventory and classification of landscape management objectives. Based on the results of the analysis, Balige City is divided into 21 assessment units with 9 observation points. It is obtained that most of Balige City landscape is in visual classification of VRM class II. These results then form the basis for evaluating the spatial pattern plan. From the evaluation of the spatial pattern plan, there are several spatial patterns that are not suitable with the existing landscape character that is in the 6 assessment units. The plan is in the form of a housing zone plan and a lacking mixed zone and does not support the quality preservation of the landscape's beauty. Therefore, it needs visual mitigation strategy and a change in spatial pattern plan as the solution.
Kata Kunci : lansekap, sumber daya visual, visual resource management (vrm), pola ruang, kota balige