Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Hamil dengan Berat Badan Lahir
NARDA DAVINA K, BMI, Weight Gain Pregnancy, Pregnancy Distance, Status of Anemia, Parity, Birth Weight
2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVBerat badan lahir adalah berat badan bayi yang ditimbang dalam waktu satu jam pertama setelah lahir. Salah satu faktor yang mempengaruhi berat badan lahir adalah pertambahan berat badan ibu selama hamil. Penelitian ini bertujuan umtuk menganalisis hubungan antara pertambahan berat badan ibu selama hamil dengan berat badan lahir di Puskesmas Turi. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif dengan menggunakan data sekunder periode April 2015 â�� Desember 2016 di Puskesmas Turi. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel sebanyak 96 responden. Uji hipotesis bivariabel menggunakan chi-square (�± = 0,05). dan uji multivariabel menggunakan regresi logistik Hasil analisis bivariabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pertambahan berat badan ibu selama hamil kurang dengan berat badan lahir rendah (p-value 0,000 dan RR 10,111), sedangkan faktor lain yang mempengaruhi bayi dengan berat badan lahir rendah adalah status anemia (p-value 0,000 dan RR 5,385) dan paritas tinggi (p-value 0,000 dan RR 11,773). Analisis multivariabel didapatkan hasil pertambahan berat badan selama hamil kurang OR 31,6 (95%CI = 5,460 - 182,884), paritas tinggi OR 9,877 (95%CI = 41,823 - 53,498). Pertambahan berat badan selama hamil kurang memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya bayi lahir dengan berat badan lahir rendah
Birth weight is the weight of a baby weighed within the first hour after birth. One of the factors that birth weight is maternal weight gain during pregnancy. This study makes it easier to analyze the relationship between pregnant women and pregnant women in Puskesmas Turi. This study is a retrospective cohort study using secondary data from April 2015 - December 2016 at Puskesmas Turi. The sample was taken using simple random sampling technique with 96 respondents. Bivariable hypothesis test using chi-square (�± = 0,05). And multivariable test using logistic regression The results of bivariable analysis showed a significant relationship between weight gain and low nutritional value (p-value 0,000 and RR 10,111), while other factors affecting infants with low birth weight were anemia status (p-value 0,000 and RR 5,385) and high parity (p-value 0,000 and RR 11,773). Multivariable analysis obtained weight gain for less than OR 31,6 (95% CI = 5,460 - 182,884), high parity OR 9,877 (95% CI = 41,823 - 53,498). Weight gain during pregnancy is less risk for low birth weight babies.
Kata Kunci : IMT, Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil, Jarak Kehamilan, Status Anemia, Paritas, Berat Badan Lahir /