Laporkan Masalah

Pengembangan Dusun Gunting Sebagai Desa Batik Berbasis Industri Kreatif

ANDRIAN PUTRA NASRI, Prof. Dr. -Phil. Janianton Damanik, M.Si.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Industri batik lukis di Dusun Gunting telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Batik lukis menjadi salah satu usaha yang banyak dijalani oleh masyarakat asli dusun tersebut. Dalam perkembangannya terdapat rintangan dan pelajaran yang dialami oleh para pengrajin setempat. Adanya pembentukan Kelompok Batik Lukis Nyawiji menjadi salah satu bentuk upaya pengrajin dan pengusaha batik lukis setempat untuk memajukan dan mengembangkan batik lukis mereka ke tahap yang lebih luas lagi. Adapun cara lain seperti pengadaan pelatihan juga terjadi di dusun ini demi memperkaya ilmu pengrajin dan pengusaha batik lukis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana digunakan untuk melihat lebih dalam lagi hal – hal yang telah dilakukan untuk mengembangkan industri batik lukis ini di Dusun Gunting maupun ke sektor yang lebih luas lagi dan juga untuk mengamati hambatan apa yang dialami oleh pengusaha dan pengrajin selama proses perkembangan ini terjadi. Informasi diperoleh melalui wawancara terhadap sejumlah informan. Unit analisis penelitian adalah Kelompok Batik Lukis Nyawiji, masyarakat, dan pemerintah setempat. Proses pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara terhadap informan dan dokumentasi. Adapun informan dipilih berdasarkan purposive sampling yang terdiri dari Kelompok Batik lukis Nyawiji dan pemerintah melalui dinas terkaitnya serta masyarakat Dusun Gunting. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa cara yang dilakukan oleh pengusaha dan pengrajin batik lukis untuk mengembangkan industri batik lukis mereka. Selain itu juga ditemukan beberapa hambatan yang selama ini menyelimuti mereka dalam perkembangannya. Kurangnya komunikasi dan penyaluran informasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat dan pengusaha batik menjadi salah satu penyebab hambatan yang ada belum terselesaikan. Namun didalam perkembangannya, industri batik lukis di Dusun Gunting ini berpotensi untuk dijadikan salah satu destinasi wisata kerajinan batik lukis.

Batik lukis industry at Dusun Gunting has experienced development from time to time. Batik lukis became one of the efforts undertaken by the indigenous people of the village. In development process there are obstacles and lessons experienced by local artisans. The existence of Kelompok Batik Lukis Nyawiji become one of the efforts of artisans and local entrepreneurs to advance the batik lukis and develop them into a wider stage. As for other ways such as providing training also occurred in this village in order to enrich knowledge of batik lukis artisans and entrepeneurs. This study used a qualitative method with descriptive approach wich is used to look at some things that have been done to develop the batik lukis industri at Dusun Gunting or into wider sectors and also to observe obstacles that entrepreneurs and artisans faced during this developmental process happens. Information was gained through interviews with several informants. The unit of analysis of this research are the Kelompok Batik Lukis Nyawiji, villagers, and local government. Data collected by direct observation, in – depth interview and documentation. Informan choosen by purposive sampling that include Kelompok Batik Lukis Nyawiji and local government through official platform and also villagers of Dusun Gunting. This study found that there are ways that entrepreneurs and artisans did to develop their batik lukis industri. Beside that also found obstacles that surrounds them during process of development. Lack of information and information distribution by local government and batik entrepreneurs became one of causes of the barriers that exist unresolved. But in the process of development, batik lukis industri at Dusun Gunting can be one of many tourist destination.

Kata Kunci : Industri Kreatif, Pemberdayaan Masyarakat, Batik Lukis, Creative Industry, Community Empowerment, Batik Lukis

  1. S1-2017-317828-abstract.pdf  
  2. S1-2017-317828-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-317828-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-317828-title.pdf