HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN HARAPAN PASIEN PADA PASIEN KANKER STADIUM LANJUT
SRI MULYANTI SAPUTRI, Dr. dr. Probosuseno, Sp. PD., K-Ger., FINASIM; Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes
2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Kesejahteraan spiritual dan harapan merupakan konsep penting yang perlu diperhatikan untuk pasien kanker. Rendahnya kesejahteraan spiritual dan adanya perasaan putus asa mampu membawa pasien kedalam koping yang maladaptif serta dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian terkait hubungan kesejahteraan spiritual dengan harapan di Indonesia sendiri masih terbilang sedikit sehingga peneliti tertarik untuk melihat hubungan tersebut. Tujuan Penelitian: Mengatahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan harapan pasien pada pasien kanker stadium lanjut. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta dan RSUD Prof. Margono, Purwokerto pada bulan Februari hingga April, dengan melibatkan 68 partisipan. Partisipan adalah pasien kanker stadium 3 dan 4. Kesejahteraan spiritual diukur dengan menggunakan Spirituality Index of Well-Being (SIWB), sementara harapan pasien diukur dengan menggunakan Herth Hope Index (HHI). Hasil: Mayoritas subjek penelitian adalah wanita (89.7%) dan menikah (88.2%). Rentang usia responden adalah 19 hingga 60 tahun dan sebagian besar muslim (98.5%). Jenis kanker yang paling banyak diderita adalah kanker payudara dan sebagian besar sedang melakukan kemoterapi. Mean total dari masing-masing kuesioner Spirituality Index of Well-Being (SIWB) dan Herth Hope Index (HHI) adalah 47 dan 34. Terdapat korelasi positif yang bermakna antara kesejahteraan spiritual dengan harapan pasien kanker (r=0.341, p=0.004). Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa semakin tinggi kesejahteraan spiritual maka semakin tinggi pula harapan pasien kanker.
Background : Spiritual well-being and hope are the essential concepts for cancer patients. Low of spiritual well-being and hopeless are able to bring the patient into maladaptive coping and can decrease their quality of life. The purpose of this study was to examine association of spiritual well-being and hope in patient with cancer. Objective : Examine the relationship of spiritual well-being and hope in patient with advanced cancer. Method : This research was conducted in RSUP dr Sardjito, Yogyakarta and RSUD Prof. Margono, Purwokerto in February until April and involved 68 participants. Participants were stage 3 and 4 cancer patients. Spiritual well-being was measured using the Spirituality Index of Well-Being (SIWB), and patients hope were measured using the Herth Hope Index (HHI). Results : The majority of subjects were women (89.7%) and married (88.2%). The age range of respondents is 19 to 60 years and most of the Muslims (98.5%). The most common type of cancer is breast cancer and most are currently undergoing chemotherapy. The total mean of each of the Spirituality Index of Well-Being (SIWB) and Herth Hope Index (HHI) questionnaires were 47 and 34. There was a significant positive correlation between spiritual well-being and hope of cancer patients (r = 0.341, p <0.004). Conclusion : This study found that the higher the spiritual well-being make the higher the hope of cancer patients.
Kata Kunci : Harapan, Kesejahteraan spiritual, dan Pasien Kanker