Laporkan Masalah

Rantai Pasok Jamur Tiram di Kabupaten Sleman

NUR RAHMANTYO ARYADI, Pinjung Nawang Sari, S.P., M.Sc.; Dr. Jamhari, S.P., M.P.

2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Jamur tiram merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai produksi tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya pada Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui marjin pemasaran, farmer's share, efisiensi pemasaran, struktur pasar pada lembaga dan rantai pasok pada pemasaran jamur tiram di Kabupaten Sleman. Analisis korelasi digunakan untuk melihat hubungan dari saluran pemasaran dengan marjin pemasaran, farmer's share, efisiensi pemasaran, struktur pasar pada lembaga dan analisis validitas, analisis reabilitas digunakan untuk mengetahui rantai pasok jamur tiram. Analisis korelasi menggunakan metode Pearson Correlation dimana metode ini didasarkan pada dua variabel yang keduanya tidak menghasilkan hubungan sebab akibat. Analisis validitas dan rebilitas menggunakan metode Cronbach dimana metode ini digunakan untuk mencari instrumen yang skornya bukan 0-1 tetapi merupakan rentangan antara 1 sampai 6, 1 sampai 7 atau -3 sampai 3 dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran jamur tiram yaitu pendek, sedang, panjang. Nilai marjin pemasaran saluran 1 adalah 0, saluran 2 adalah Rp 2.615,38, saluran 3 adalah Rp 5.500,00. Nilai farmer's share saluran 1 adalah 100%, saluran 2 adalah 81,42%, saluran 3 adalah 63,33%. Nilai efisiensi pemasaran saluran 1 adalah 0, saluran 2 adalah 0,05, saluran 3 adalah 0,03. Nilai MPI saluran 1 adalah 0, saluran 2 adalah 3,66, saluran 3 adalah 9,44. Rantai pasok yang terdiri dari aliran produk, aliran uang, aliran informasi secara keseluruhan sudah lancar.

Oyster mushroom is one of the horticulture commodities that have the highest production in the Province of Special Region of Yogyakarta, especially in Sleman regency. This study aims to find out the marketing margin, farmer's share, marketing efficiency, market structure at institutions of oyster mushroom market and supply chain on marketing oyster mushroom in Sleman regency. Correlation analysis is used to see the relationship of marketing channel with marketing margin, farmer's share, marketing efficiency, institutional market structure and validity analysis, reliability analysis is used to find out the supply chain of oyster mushroom. Correlation analysis using Pearson Correlation method where this method is based on two variables which both did not produce cause and effect relationship. Analysis of validity and reability are using Cronbach method where this method is used to find instruments that score not 0-1 but is a range between 1 to 6, 1 to 7 or -3 to 3 and so on. The results show that there are 3 channels of marketing of oyster mushroom. There are short, medium, and long. Channel marketing margin on channel 1 is Rp 0, channel 2 is Rp 2.615,38, channel 3 is Rp 5.500,00. Farmer's share of channel 1 is 100%, channel 2 is 81,42%, channel 3 is 63,33%. The marketing efficiency rating of channel 1 is 0, channel 2 is 0,05, channel 3 is 0,03. The MPI value of channel 1 is 0, channel 2 is 3,66, channel 3 is 9,44. Supply chain consisting of product flow, money flow, the flow of information as a whole has gone smoothly.

Kata Kunci : efisiensi, jamur tiram, marjin, pemasaran, rantai pasok

  1. S1-2017-345784-abstract.pdf  
  2. S1-2017-345784-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-345784-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-345784-title.pdf