Laporkan Masalah

Laporan Tugas Akhir Pengendalian Mutu Kemasan Gula Pasir Menggunakan Seven Tools dan Perhitungan Biaya Mutu di PT. Madubaru

LISA DAMAYANTI, Ratih Hardiyanti, STP, M.Eng

2017 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SV

Produk yang berkualitas diperoleh melalui pengawasan dan peningkatan mutu produk yang dihasilkan. PT. Madubaru merupakan perusahaan yang berbasis pengolahan tebu dengan salah satu produknya berupa gula pasir 1 kg. Kerusakan produk gula pasir 1 kg dapat terjadi pada tahap pengemasan yang mengakibatkan kerugian perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan jenis dan jumlah kemasan cacat, mengidentifikasi faktor utama penyebab kecacatan, mengetahui biaya mutu pada tahap pengemasan, dan menemukan solusi dari penyebab utama kecacatan. Analisis kecacatan kemasan menggunakan metode seven tools yang meliputi checksheet, stratifikasi, histogram, diagram pareto, diagram tebar, peta kendali, dan diagram ishikawa. Sementara perhitungan biaya mutu dilakukan dengan menghitung biaya yang dikeluarkan akibat adanya produk yang tidak memenuhi standard perusahaan yang dikategorikan ke dalam biaya kegagalan internal. Berdasarkan hasil observasi, jenis cacat kemasan yang teridentifikasi yaitu cacat kemasan ukuran lebih panjang, berlubang, seal kurang merekat, jatuh dari conveyor, dan kesalahan cetak kemasan. Jenis cacat yang paling sering terjadi adalah kemasan ukuran lebih panjang sebanyak 170 unit dari jumlah produksi sebesar 95.325 unit dengan rata-rata persentase cacat sebesar 0,28%. Penyebab utama kecacatan yaitu tidak adanya pelatihan kerja kepada operator dan SOP tidak ditempel di tempat yang sesuai. Biaya mutu pada tahap pengemasan yaitu scrap cost sebesar Rp. 72.450,- dan rework cost sebesar Rp. 8.429,4. Biaya yang hilang akibat produk cacat menjadi kerugian bagi perusahaan sehingga solusi untuk masalah tersebut yaitu memberikan pelatihan kerja kepada operator dan menempatkan SOP dekat mesin pengemas sehingga operator dapat bekerja sesuai SOP.

Quality product was obtained by monitoring and improving quality of final products. PT. Madubaru is company based on processing of sugar cane with one of these products is 1 kg packaging sugar. Defects in 1 kg packaging sugar that occurred at packaging process result in losses for company. Some purpose was decided in this study that was determined type and amount of packaging defect, identified and analyzed main factor of disability, knew quality cost at packaging process, and found solution of main factor of disability. The analyzed of 1 kg packaging sugar defects used seven tools method that include checksheet, stratification, histogram, pareto chart, scatter diagram, control chart, and ishikawa diagram. Quality cost was obtained by calculating cost of products that did not meet standard of company was categorized into internal failure cost. By the result of observation, in packaging was identified that packaging defects was longer size, hollow, less seal glue, falling from conveyor, and printing errors of packaging. Types of defects that often occurred that packaging defects for longer size 170 units of total production 95.325 units with average percentage of defects 0.28%. Main factor of disability that did not job training to operators and SOP did not affixed in appropriate places. Quality cost at packaging process, namely scrap cost Rp. 72.450,- and rework cost Rp. 8.429,4. Cost was lost due to product defects result in losses for company so the solution to these problem that provided job training to operators and put SOP near packaging machine so operator can work according to SOP.

Kata Kunci : kemasan gula pasir, seven tools, biaya mutu, sugar packaging, seven tools, quality cost

  1. D3-2017-370427-abstract.pdf  
  2. D3-2017-370427-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-370427-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-370427-title.pdf