PERENCANAAN KAWASAN WISATA BUKIT SIGUNTANG DI KOTA PALEMBANG DENGAN PENDEKATAN KONSEP EKOWISATA
RIZKY INDRANATA, Retno Widodo Dwi P., ST., M.Sc
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPemerintah Sumatera Selatan menetapkan program "Visit Musi" pada tahun 2008 yang merupakan suatu brand menarik para wisatawan untuk mengunjungi Sumatera Selatan. Banyaknya objek wisata Kota Palembang merupakan suatu potensi, akan tetapi terdapat salah satu objek wisata yang pengembangannya masih belum optimal adalah Bukit Siguntang. Bukit Siguntang merupakan bentang alam paling tinggi di kota Palembang juga memiliki nilai historis yang tinggi yang dimana merupakan situs penting pada masa Sriwijaya. Terdapat kekurangan atau permasalahan pada kawasan ini seperti aksesibiltas yang kurang baik, drainase yang ada tidak berfungsi dengan baik dan fasilitas yang kurang memadai. Perencanaan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pariwisata yang terdapat di kawasan ini dan menjadikan salah satu magnet bagi wisatawan untuk berkunjung dan menciptakan suatu kawasan pariwisata yang berkelanjutan yang ditunjang oleh pelayanan, fasilitas, dan infrastruktur yang memadai agar masyarakat atau wisatawan untuk menyalurkan kegiatan wisata Pendekatan yang akan digunakan dalam perencanaan ini adalah dengan pendekatan rencana induk (Master Planning) hal ini dikarenakan otoritas tunggal objek bukit siguntang yaitu milik pemerintah. Proses perencanaan induk ini mengacu pada analisis (Problem Seeking) yaitu kajian permasalahan secara fisik, lalu pemograman (programming) yang merupakan analisis perwadahan hasil analisis ke ruang secara alokatif dan terakhir yaitu perancangan (designing) yang merupakan bentuk perancangan yang akan digunakan sesuai dengan ruang, interaksi dan alokasinya. Hasil elaborasi tersebut menghasilkan elemen-elemen perencanaan yang berupa rencana zonasi, rencana desain, rencana atraksi, rencana alur pengunjung, rencana fasilitas pendukung, dan rencana tapak, dalam implemantasinya harus tetap mencerminkan sifat-sifat ekowisata yaitu atraktif edukatif, konservasi lingkungan dan budaya dan pemberdayaan lokal
The South Sumatra government established "Visit Musi" program in 2008 as a brand attracting tourism to visit South Sumatra. Amount of Palembang tourism attraction is at a peak potential, but not all of them is well developed, as an example is Bukit Siguntang. Bukit Siguntang not only as the highest landscape in the city of Palembang, but also has a high historical value such as an important site during the time of Sriwijaya Kingdom. There are some problems in this area such as the access to the place, improperly functioning drainage, and inadequate facilities. This planning aims to develop the tourism potential in this area and make it as a magnet for tourists and to make a sustainable tourism area supported by adequate services, facilities and infrastructure. The approaching method that will be used in this planning is the Master Planning approach, because the sole authority of the Siguntang hill owned by the government. This master planning process refers to the Problem Seeking, which is a physical problem; then Progamming, which is the analysis allocation of the results to the space; and the last is Designing, which is a design that will be used in accordance with space, Interaction and allocation. These elaborations resulted in planning elements in the form of zoning plans, designing plans, attracting plans, visitor flowing plans, supporting facility plans, and the site plans. Its implementation should reflected the ecotourism characteristics which are attractive-educative, environmental-cultural conservation and local empowerment.
Kata Kunci : Perencanaan pariwisata, Ekowisata, Bukit Siguntang, Pariwisata / Tourism Planning, Ecotourism, Bukit Siguntang, Tourism