Laporkan Masalah

COMING UP BISEXUAL (Studi Internalisasi Seksualitas dan Konsep Diri pada Biseksual)

DEO EDWIN SAPUTRA, Prof. Dr. Partini, S.U.

2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Keberadaan LGBT dianggap sebagai permasalahan sosial, karena hal itu dianggap menyimpang dari heteronormativitas yang mendominasi konstruksi pemikiran lingkungan. Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa orientasi heteroseksual adalah bagian dari norma. Jika dianggap menyimpang dari heteroseksual, maka seseorang dianggap memiliki kelainan. Di sisi lain, ada beberapa orang yang menganggap bahwa orientasi seksual adalah produk konstruksi. Penelitian ini difokuskan kepada seseorang yang berorientasi biseksual. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan proses yang dialami seseorang hingga menjadi biseksual sekaligus dampaknya kepada konsep diri biseksual. Lokasi penelitian ini area Kota Yogyakarta, Kota Salatiga, Kota Kediri, dan Kabupaten Blitar. Informan pada penelitian ini sebanyak 5 orang dengan perbedaan latar belakang yaitu, jenis kelamin, status pernikahan, dan status pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jenis data yang dianalisis adalah data primer dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Terdapat 3 tahap pada teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya orientasi seksual terbentuk karena konstruksi yang terinternalisasi pada setiap individu. Tumbuhnya orientasi biseksual pada seseorang tidak terlepas dari pola asuh orang tua dan lingkungan, serta hal traumatis yang dialami seseorang pada masa lalunya. Pola asuh sangat menentukan bagaimana arah perkembangan karakter, gender, hingga benih seksualitas anak. Sedangkan hal traumatis memberikan goresan luka yang membuat seseorang secara tidak sadar mengharapkan proteksi sebagai bentuk resistensi atas trauma di masa lalunya. Posisi seorang biseksual pada tatanan masyarakat sangat berpengaruh terhadap konsep dirinya. Tertutupnya seseorang atas orientasi biseksualnya yang dianggap menyimpang memengaruhi keterbatasan kondisinya dalam menyikapi kehidupannya sendiri, sebaliknya seorang biseksual yang terbuka atas orientasi seksualnya semakin merasa menjadi subjek dalam kehidupannya sendiri.

The existence of LGBT is considered as a social problem, as it is considered to deviate from the heteronormativity that dominates the construction of environmental thinking. So far, people only know that heterosexual orientation is part of a norm. If it is considered as deviation fromheterosexual, then the person is also considered to have abnormalities. On the other hand, there are some people who think that sexual orientation is a construction product. This studyis focused on a person who hasa bisexual orientation. Also, the purpose of this study is to describe the process which isexperienced by a person to become bisexual as well as its impact on bisexual self-concept. The locations of this studyare in Yogyakarta City, Salatiga City, Kediri City, and Blitar Regency. This study uses 5 persons as informants with different background, name, gender, marital status, and employment status. The method used in this study was qualitative method with phenomenological approach. The type of data which was analyzed was primary data with in-depth interview as data collecting technique. There were 3 stages in data analysis techniques; data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that basically sexual orientation was formed due to the internalized construction of each individual. The growth of bisexual orientation in a person was inseparable from parenting and environment, as well as the traumatic things experienced in his or her past. Parenting was crucial in determining the direction of character development, gender, and the seed of child sexuality. While traumatic things provideda scratches of wounds that made a person unconsciously expecteda protection as a form of resistance from the trauma in the past. The position of a bisexual in the public order was very influential on theirself-concept. The closure of a person over his or her bisexual orientation which was considered as a deviation influenced the limitations of his or her condition in responding his or her own life, whereas a bisexual who was open to his sexual orientation increasingly felt as a subject in his or her own life.

Kata Kunci : Biseksual, Konstruksi, Performativitas, Ketidaksadaran, Konsep Diri

  1. S1-2017-335729-abstract.pdf  
  2. S1-2017-335729-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-335729-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-335729-title.pdf