Laporkan Masalah

NOVEL ETNOGRAFI KIDUNG RINDU DI TAPAL BATAS KARYA AGUK IRAWAN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA MARXIS

DZUVIA MUGHNIY ARSANINGSIH, Dr. Pujiharto, M.Hum

2017 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

INTISARI Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjawab permasalahan penelitian yang berfokus pada sastra sebagai cerminan masyarakat dalam novel KRdTB. Untuk mengupas lebih lanjut mengenai sastra sebagai cerminan masyarakat, konsep marxisme diterapkan dalam penelitian ini sehingga membantu pembaca dalam memahami novel KRdTB secara mendalam. Terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu pencerminan hubungan antarkelas dalam konteks hubunga n antarbangsa pada novel KRdTB dan kesejajaran hubungan antarkelas dalam konteks hubungan antarbangsa pada novel KRdTB dengan realitas sosial masyarakat perbatasan Kalimantan-Serawak. Novel KRdTB dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra marxis, dengan menggunakan metode dialektik. Teori dan metode ini digunakan untuk mengungkap pencerminan hubungan antarkelas dalam konteks hubungan antarbangsa dan kesejajaran hubungan antarkelas dalam konteks hubungan antarbangsa pada novel KRdTB dengan realitas sosial masyarakat perbatasan Kalimantan-Serawak. Hubunga n antarkelas dalam konteks hubungan antarbangsa yang terjalin di antara keduanya mencerminkan adanya pembentukan kelas sosial, relasi kelas, serta perjuangan kelas dalam masyarakat perbatasan Kalimantan-Serawak. Dengan mengetahui pola pencerminan hubungan tersebut, beberapa faktor yang melatarbelakangi terjalinnya hubungan antarkelas dalam konteks hubunga n antarbangsa pada novel KRdTB memiliki kesejajaran dengan realitas sosial masyarakat perbatasan Kalimantan-Serawak yang sebagian besar berprofesi sebagai TKI. Faktor tersebut meliputi kondisi geografis di Jagoi Babang, permasalahan pembanguna n ekonomi di Jagoi Babang, kesenjangan kesejahteraan sosial, dan perjanjian bilatera l Indonesia-Malaysia. Berdasarkan analisis menggunakan teori sosiologi sastra marxis, novel KRdTB dapat dimaknai sebagai sebuah novel yang dapat menggambarkan realitas sosial ekonomi yang dialami oleh masyarakat perbatasan Kalimantan-Serawak. Dengan membaca novel KRdTB, gambaran umum tentang permasalahan sosial ekonomi yang melanda masyarakat di perbatasan Kalimantan-Serawak dapat terlihat. Selain itu, Berdasarkan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjalinnya hubungan antarkelas dalam konteks hubungan antarbangsa tersebut, novel KRdTB juga dapat dimakna i sebagai bentuk penggambaran dari ketidakberdayaan sekelompok masyarakat atas sistem kapitalis.

ABSTRACT The purpose of this undergraduate thesis is to answer the problem of research that focuses on literature as a reflection of society in KRdTB novel. To explore more about literature as a reflection of society, the concept of marxism is applied in this research so that it helps the reader to understand the novel KRdTB in depth. There are two problem formulations in this study, the interclass relations in the context of international relations in the KRdTB and the similarities interclass relations in the context of international with the social realities of Kalimantan-Serawak border community. The KRdTB novel was analyzed using literary sociology theory of Marxist, with the dialectical method. These theories and methods were used to reveal reflect the interclass relations in the context of international relations and the similarities interclas s relations in the context of international with the social realities of Kalimantan-Sera wak border community. The interclass relationship in the context of international relations between them reflects the formation of social classes, class relations, and class struggle within the Kalimantan-Serawak border community. By knowing the correlation of reflection pattern, several factors that causes the establishment of interclass relationships in the context of international relations within the KRdTB novel have similarities with the social realities by the border communitie s of Kalimantan-Serawak who mostly work as migrant workers. These factors include geographical conditions in Jagoi Babang, economic development problems in Jagoi Babang, the social welfare gap, and bilateral agreement Indonesia-Malaysia. Based on the analysis using literary sociology theory of Marxist, KRdTB novel can be interpreted as a novel which describes the socio-economic reality experienced by the Kalimantan-Serawak border community. By reading KRdTB novel, a general overview of the socio-economic problems that plague people at the Kalimanta n-Serawak border can be seen. In addition, based on the factors behind the establishme nt of inter-class relationships in the context of international relations, the novel KRdTB can also be interpreted as a form of depiction of the helplessness of a group of society over the capitalist system.

Kata Kunci : TKI, pencerminan, kelas sosial, antarkelas, antarbangsa, realitas, kapitalis.

  1. S1-2017-347772-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347772-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347772-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347772-title.pdf