Perancangan Pasar Festival di Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Tepian Air
BAYU KUSUMA ADI, Dr.Eng., Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng
2017 | Skripsi | S1 ARSITEKTURBerlakunya MEA di awal tahun 2016 menjadi kesempatan sekaligus tantangan bagi para pengusaha sektor ekonomi kreatif di Indonesia untuk dapat meningkatkan pasarnya baik secara lokal maupun interlokal. Di sisi lain, sektor pariwisata juga memiliki kesempatan yang sama di era MEA untuk dapat berkembang menjadi destinasi-destinasi unggulan yang menggerakan perekonomian suatu kawasan. Kota Semarang yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa memiliki potensi yang besar untuk merespon kedua isu tersebut. Hal ini didasari olah fakta bahwa angka pertumbuhan pengusaha UMKM yang melebihi angka rata-rata nasional tiap tahunnya. Selain itu Kota Semarang juga memiliki destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan seperti daerah bantaran sungai Kali Semarang di Kawasan Kota Lama Semarang. Pasar festival tepian sungai menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menjembatani kedua isu tersebut, dimana nilai ekonomi dan pariwisata dapat diintegrasikan dengan baik. Melalui konsep activity and economy generator pasar festival diposisikan sebagai atraksi yang diharapkan dapat menambah geliat perekonomian kreatif Kota Semarang, khususnya di Kawasan Kota Lama Semarang. Keberadaan pasar festival secara bertahap akan membantu bertransformasinya Kota Lama Semarang dari cost center area menjadi profit center area.
The enactment of MEA in 2016 has become both an opportunity and challenge for creative sectors in Indonesia to increase the market both locally and internationally. On the other hand, in regards with MEA, tourism sector has also the opportunity to flourish as new primary destinations are being developed. Semarang which is renowned as trade and service center has big potential for both aforementioned issues. This is based on the fact that every year the growth rate of local enterpreneurs that exceeds the average national rate of local entrepreneurs. Besides, Semarang also has potential tourism destinations such as the riverbank of Kali Semarang in the old quarter of Semarang. Festival market on the riverbank is argued to be one of the alternatives to be applied to bridge both issues where both tourism and local economic values can be integrate. With the concept of activity and economy generator, festival market is positioned as an attraction which is expected to increase Semarang's creative economy especially around the Old Quarter of Semarang. The festival market is expected to transform the Old Quarter of Semarang from cost-centered to profit-centered area.
Kata Kunci : Semarang, Festival, Marketplace, Riverfront