PRAKTIK KERUANGAN PADA TIGA KAFE DI YOGYAKARTA
ALMIRA NOVIA A, Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A
2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYABerdasarkan klasifikasinya, kafe masuk ke dalam bagian dari restoran. Hal yang membedakan kafe dengan restoran jenis lain terletak pada ukuran bangunannya yang cenderung sempit serta suasana yang diusung oleh kafe pasti informal dan santai. Selain itu, kafe juga menyediakan jenis minuman dan makanan yang tergolong dalam panganan ringan. Lebih dari itu, Kusasi (2010) sempat menyebutkan bawasannya bisnis kafe bukan hanya persoalan jual beli makanan dan minuman, seperti pada jenis restoran yang lain, tetapi justru persoalan fungsi sosial yang terjadi di kafe itulah yang ditonjolkan. Skripsi ini merupakan penelitian tentang praktik keruangan dalam kafe, melihat lebih dalam dari sudut pandang konsumen. Bagaimana pengaruh fasilitas yang ada dalam membentuk suatu sauna tertentu di kafe? Serta apa arti penting suasana nyaman di kafe bagi konsumen? Berawal dari pertanyaan tersebut penelitian ini dilakukan. Penulis memilih tiga kafe di Yogyakarta karena pertumbuhan kafe di wilayah ini terhitung cukup pesat. Selain itu, di Yogyakarta juga terdapat banyak kafe dengan keunikannya masing-masing yang membuat konsumen memiliki gambaran bahwa setiap kafe memiliki kelasnya masing-masing. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan ruang kafe oleh konsumen tersebut didasari pada fasilitas yang disediakan oleh pihak manajemen kafe yang pada akhirnya membentuk suasana tertentu. Perbedaan kebutuhan antara konsumen yang sudah bekerja dan konsumen yang masih mahasiswa menyebabkan mereka menggunakan kafe secara berbeda. Konsumen yang sudah bekerja mendefinisikan kafe nyaman yakni kafe dengan keadaan yang sepi, karena kegiatan yang mereka lakukan membutuhkan keadaan seperti itu. Bagi konsumen yang berstatuskan mahasiswa justru keadaan yang tidak terlalu sepi membuat mereka lebih nyaman untuk memanfaatkan ruang kafe.
By its classification, cafes are considered as restaurants. What differentiates cafes from other types of restaurants are its building size which tend to be more limited, also the ambience they offer are relaxed and informal. Other than that, cafes provided range of food and beverages are light. Furthermore, Kusasi (2010) mentioned that the cafe business is not only about the buying and selling of food and drinks, as other restaurants are, but rather what is accentuated is its social function. This paper is a research of spatial practice; by looking deeper through a customer's perspective. How do the facilities effect the ambience of the cafe. How important is a comfortable ambience in a cafe to a customer? This research begins from those questions. The writer selected three cafes in Yogyakarta to conduct this research, having observed that cafes are fast developing in this region. Moreover, Yogyakarta has plenty of diverse cafes, each with its own uniqueness which allows customers to perceive that each cafe is meant for a specific class. The results of this study indicate the use of cafe space by consumers is based on facilities provided by the cafes management that ultimately form a certain ambience. Differences between the needs of consumers who are already working and consumers who are still students cause them to use cafes differently. Consumers who have worked to define a cozy cafe that is a cafe with a quiet situation, because the activities they do need those kind situation. For consumers who are college students precisely conditions that are not too quiet makes them more comfortable to use the cafe space.
Kata Kunci : kafe, Yogyakarta, fasilitas, suasana, ruang