Laporkan Masalah

Peranan Media Sosial Terhadap Persepsi dan Preferensi Pangan: Studi Pada Kelompok Dewasa Muda di Kabupaten Sleman Yogyakarta

LAKSMI IKA HIDAYATI, dr. Lutfan Lazuardi, M. Kes, Ph.D; Dr.Siti Helmiyati, DCN, M.Kes

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Seiring dengan peningkatan penggunaan smartphone, trend terkini menunjukkan adanya peningkatan penggunaan media sosial di Indonesia. Munculnya berbagai jenis media sosial menimbulkan perubahan lifestyle dan budaya makan tidak terkecuali pada kelompok dewasa muda. Sesuai dengan teori belajar Bandura, yaitu persepsi akan membentuk preferensi pada diri individu, pengunggahan gambar dan komentar yang tercantum pada media sosial akan menimbulkan pergeseran persepsi dan preferensi terhadap konsumsi pangan. Persepsi dan preferensi terhadap pangan yang kurang tepat dan tidak sehat menimbulkan efek jangka panjang pada kesehatan, terutama munculnya berbagai macam penyakit tidak menular akibat konsumsi pangan yang tidak sehat. Usia dewasa muda yang merupakan puncak usia sehat individu diharapkan memiliki persepsi dan preferensi pangan yang baik sehingga mampu menjaga kesehatan sebagai investasi untuk memasuki tahapan usia berikutnya. Tujuan Penelitian: Mengetahui peranan media sosial terkait dengan persepsi dan preferensi pangan pada kelompok dewasa muda di Kabupaten Sleman Yogyakarta Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 142 orang dewasa muda berusia 18-29 tahun yang berdomisili di Kabupaten Sleman Yogyakarta dan memiliki akun media sosial serta mendatangi tempat makan karena mendapatkan informasi dari media sosial. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner karakteristik individu, persepsi pangan, preferensi pangan di media sosial. Analisis data bivarit dilakukan dengan menggunakan chi square dan fisher exact. Hasil Penelitian: Ada hubungan antara karakteristik individu (jenis kelamin) dengan preferensi pangan media sosial tidak sehat (p=0,004) pada kelompok dewasa muda di Kabupaten Sleman. Prefrensi pangan yang tidak sehat lebih banyak ditemukan pada subjek perempuan daripada laki-laki. Hal ini mungkin terjadi akibat perempuan lebih banyak menggunakan dan berinteraksi dengan media sosial terutama Instagram. Kesimpulan: Prefrensi pangan yang tidak sehat lebih banyak dipilih oleh subjek perempuan daripada laki-laki, yang kemungkinan disebabkan oleh lamanya interaksi dan eksposure perempuan terhadap media sosial.

Background: To date, the growing of smartphone user number indicates the increase of social media usage in Indonesia. The discoveries of various social media applications give impacts to the change in lifestyle and culture, especially eating lifestyle among young generations. Consistent with the Bandura theory that mentioned: perception will make preference on someone, the uploading of various pictures alongside their comments and opinions in social media nevertheless give impact to the shifting of individuals perception and preferences on food. Inappropriate perception and preferences of food which happens in long term may cause undesirable effect on health, such as high susceptibility to non-communicable disease due to unhealthy food consumption. People, who are in young adult period of age, are in their peak of their health status. It is advisable that people within this age period possess good mindset of food perception and preferences, thus they able to maintain their health as long-term investment for the next period of age. Purpose: To explore the role of social media in developing food perception and preference among young adult group age residing within Regency of Sleman Yogyakarta. Methods: The study was observational study utilizing cross sectional design. In total of 142 subjects aged 18-29 years old, living within Sleman Regency, at least possessing one account of media social and go to the restaurant because of information on social media were recruited. Data collection was performed using questionnaire which contains questions in individual characteristics, food perception and food preference in social media. Chi square test and fisher exact test was used to analyze the data collected. Result: Among several variables tested, there was only correlation between sexes on individual characteristics to the unhealthy food preferences (p=0.001) in the group of young adult in Sleman Regency. Unhealthy food preferences were seen more in female groups. Longer exposure of media social, such as Instagram, per day in females may contribute as one of the risk factors, respectively. Conclusion: Unhealthy food preferences influenced by social media were found more in females groups than male groups, suggesting longer exposure and interaction to social media within female. Key words: food perception, food preferences, social media, young adult

Kata Kunci : Persepsi pangan, preferensi pangan, media sosial, dewasa muda

  1. S2-2017-371369-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371369-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371369-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371369-title.pdf