KESENGSARAAN PARA PETANI KOREA PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DALAM CERPEN NONGCHON SARAMDEUL KARYA CHO MYEONG HEE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
ARIN, Dr. Supriyadi, M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 BAHASA KOREASastra menampilkan gambaran kehidupan dan kehidupan itu adalah suatu kenyataan sosial. Karya sastra tidak pernah bisa lepas dari hubungannya dengan kehidupan masyarakat dan hadir dari berbagai permasalahan yang ada dalam realitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, mempelajari karya sastra berarti mempelajari pula kehidupan masyarakat. Penelitian ini membahas tentang kesengsaraan yang dialami para petani selama masa penjajahan Jepang dalam cerpen Nongchon Saramdeul yang secara khusus digambarkan melalui tokoh utama yang bernama Wonbo. Penelitian ini akan dibahas dengan menggunakan teori sosiologi sastra. Sosiologi sastra berfungsi menghubungkan karakter penggambaran yang dilakukan pengarang dengan situasi sejarah. Sosiologi sastra mengkaji sastra sebagai cermin masyarakat yang dapat menggambarkan kembali realitas di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan petani yang tercermin dalam cerpen. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka akan diketahui bagaimana kehidupan keras yang harus dialami petani karena tindakan para penguasa yang sewenang-wenang dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Selain itu, pergantian musim turut membuat mereka lebih menderita kelaparan dan juga kemiskinan. Wonbo sebagai tokoh utama, menjadi tokoh representatif yang bisa menggambarkan kesengsaraan yang dialami oleh petani, baik di masa pemerintahan Joseon, maupun di masa penjajahan Jepang. Kehidupannya yang menderita membuat dia berubah sepenuhnya, bahkan hingga kehilangan akal sehatnya. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa cerpen Nongchon Saramdeul merupakan bentuk representasi kehidupan petani yang cukup menderita di masa itu. Cerpen ini juga sebagai bentuk kritik pengarang, yakni perlawanan dan pemberontakan terhadap sistem pemerintahan yang berlaku. Penjajahan yang pemerintah Jepang lakukan membuat rakyat Korea menderita dan harus meninggalkan tanah air mereka.
Literature shows portrayal of life and the life is reality of social. A literature work can not be separated from its relationship with society life and exists from various problems that exist in the reality of people's life. Therefore, to study literature means to study society's life itself. This study discusses about the misery of farmers during the Japanese colonial period in the short story titled Nongchon Saramdeul, which is specifically described by the main character named Wonbo. This study will be discussed using sociology of literature. This theory will be able to connect the portrayal of characters which is done by the author to the historical situation. Sociology of literature examines the literature as a mirror of society that could describe the reality in society. This study aims to determine the life of farmers in the short story. Based on the analysis, it will be known how hard life of the farmers because of the arbitrary actions of authorities and only concerned for their personal interests. In addition, the change of seasons also make them suffer more from hunger and poverty. Wonbo as the main character, became a representative figure who could describe the sufferings experienced by the farmers, both in Joseon dynasty as well as during the Japanese colonial period. The sufferings he has in life made him changed completely, even losing his own mind. Based on those results of the analysis, it can be concluded that the short story is a form of representations of the lives of farmers who suffered enough at the time. This story is also author's way of criticism, specifically the opposition and rebellion against the system of government in that time. The colonization made Korean people suffer and have to leave their homeland.
Kata Kunci : cerpen, sosiologi sastra, Korea, petani, penjajahan Jepang, kesengsaraan, kelaparan