Laporkan Masalah

KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI DAERAH PESISIR KECAMATAN SIAU TIMUR KABUPATEN SITARO

Y SANGGELORANG, dr. Arta Farmawati, Ph.D; Dr. Toto Sudargo, S.K.M., M.Kes

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Ketahanan pangan tingkat rumah tangga (ketersediaan, akses dan pemanfaatan) yang tidak terpenuhi pada periode awal kehidupan (mulai dari konsepsi sampai usia 24 bulan) menyebabkan kekurangan gizi pada anak, salah satunya adalah stunting. Kehilangan kesempatan bertumbuh pada usia 0-3 tahun terutama dalam hal tinggi badan akan menyebabkan tinggi badan pada usia selanjutnya tidak dapat dipulihkan. Tujuan: Untuk menganalisa ketahanan pangan rumah tangga sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun di daerah pesisir Kecamatan Siau Timur Kabupaten Sitaro Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik, dengan desain case-control study. Subjek penelitian yaitu anak usia 3-5 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 33 anak stunting (TB/U <-2 SD) dan 33 anak tidak stunting (TB/U >= -2 SD). Hasil: Ketahanan pangan rumah tangga merupakan faktor risiko kejadian stunting dan berhubungan secara signifikan (pvalue = 0,01; OR=5,0; CI = 1,11-30,47; phi correlation value =0,296). Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pendidikan, baik pendidikan ayah (pvalue = 0,00; OR = 8,33; CI = 2,45-29,30) maupun ibu (pvalue = 0,02; OR = 3,32; CI = 1,04-10,95) dengan kejadian stunting pada anak, uji stratifikasi menunjukkan bahwa variabel pendidikan ibu merupakan variabel confounding. Hasil analisa lainnya menunjukkan bahwa variabel luar yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ayah (pvalue = 0,00; OR = 5,27; CI = 1,46-21,31; phi correlation value = 0,36), kemudian analisa multivariat dilakukan dengan mengendalikan variabel ini dan menunjukkan hasil bahwa ketahanan pangan rumah tangga merupakan faktor risiko kejadian stunting (OR=4,84; CI = 1,12 - 20,79). Kesimpulan: Risiko kejadian stunting 5 kali lebih besar terjadi pada rumah tangga yang rawan pangan dibandingkan dengan rumah tangga yang tahan pangan dan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik.

Background: Food security (availability, access and utilization) which is not fulfilled in early period of life, from conception to 24 months, causes malnutrition children, and one of them is stunting. The case of losing growth opportunities at the age of 0-3 years, especially in height will cause the height cannot be recovered. Objective: To analyze household food security as the risk factor of stunting on 3-5 years old children in coastal area East Siau Sitaro Regency. Methods: This research is an analytical observational research with case-control research design. The subjects are children between ages 3-5 years old fulfilling the criteria of inclusion and exclusion with the total of 33 stunted children (HAZ <-2 DS) and 33 children with normal growth (HAZ >= 2 DS). Results: Household food security was indeed a supporting factor for children growing normally, thus unattained household food security was a risk factor of stunted growth, the two are linked significantly (pvalue = 0,01; OR=5,0; CI = 1,11-30,47; phi correlation value = 0,296). The result shows that there is significantly associated between education, both paternal education (pvalue = 0,00; OR = 8,33; CI = 2,45-29,30) and maternal education (pvalue = 0,02; OR = 3,32; CI = 1,04-10,95) with stunting, then stratification analysis shows that maternal education was a confounding variable. The result of other analysis shows that the outer variable that significantly associated with stunting was the father's height (pvalue = 0,00; OR = 5,27; CI = 1,46-21,31; phi correlation value = 0,36), then the result of multivariate analysis done by controlling the father's height variable, shows that unattained household food security as the risk factor of stunted growth (OR = 4,84; CI = 1,12-20,79). Conclusion: The risk of stunting 5 times more likely to occur on the food insecure household compared with food secure household and there was statistically significant associated between household food security and stunting.

Kata Kunci : ketahanan pangan rumah tangga, stunting, daerah pesisir

  1. S2-2017-371625-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371625-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371625-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371625-title.pdf