PERAN ORGANISASI MINDAN DALAM MEMBENTUK KEHARMONISAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT JEPANG, STUDI KASUS 2010-2015
DHANANG RACHMANDA, Sri Pangastoeti, S.S., M.Hum
2017 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGPenduduk Korea di Jepang, atau yang sering disebut orang Zainichi Koreans merupakan kelompok minoritas asing terbesar di Jepang. Meskipun banyak dari mereka lahir dan besar di Jepang, banyak dari mereka yang mengalami diskriminasi. Perjuangan orang Zainichi Koreans agar bertahan hidup di Jepang untuk melawan diskriminasi dan gencarnya gerakan anti-Korea merupakan suatu hal menarik untuk dibahas. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan mereka untuk mendapatkan kesetaraan dan keharmonisan sosial melalui organisasi komunitas orang Zainichi Koreans, salah satunya Mindan banyak disorot dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini membahas mengenai latar belakang didirikannya organisasi Mindan dan menganalisis perannya dalam membangun keharmonisan sosial untuk menangkal diskriminasi yang dihadapi oleh Zainichi Koreans. Penelitian ini memiliki batas waktu antara tahun 2010 sampai 2015. Tahun 2010 dipilih karena di saat itu kelompok anti-Zainichi banyak bermunculan dan sentimen anti-Korea naik ke permukaan. Sedangkan tahun 2015 menjadi batas penelitian karena terdapat perkembangan baru terhadap aktivitas Zainichi Koreans. Permasalahan dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan teori pengaruh minoritas dari Serge Moscovici yang menjelaskan 4 faktor utama yang mampu membuat minoritas memiliki pengaruh dalam lingkungan sosial. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, yaitu sumber data primer berupa arsip-arsip sejarah dan video dari situs resmi. Sumber data sekunder didapatkan dari buku, jurnal akademik Jepang dan Inggris, juga artikel internet berbahasa Inggris dan Korea. Dengan adanya upaya-upaya dan bentuk kontribusi yang Mindan lakukan, dapat disimpulkan bahwa Mindan berperan ganda sebagai jembatan edukasi, sosial, budaya, dan sebagai penengah serta peredam tensi politik antara Korea Selatan dan Jepang.
Problems faced by minorities, especially related to social discrimination have increased to a point where they could threaten social environments. Resident Koreans, often referred to as the Zainichi Koreans, are the largest foreign minority group in Japan. Though a lot of them are born and raised in Japan, there have been numerous cases of discrimination and hate speech against them. The struggle of the Zainichi Koreans to survive in Japan, to strive against discrimination, is a phenomenon that the writer thought would be an interesting topic to research. That writer investigates the kind of efforts that obtain social equality and harmony through one of Zainichi Korean community organization, Mindan which has been given attention these recent years. This thesis explores Mindan’s background and analyzes its role in developing social harmony in order to tackle the discrimination faced by Zainichi Koreans, as well as raising awareness in Japanese society. The year 2010 was chosen since it was the time when the anti-Zainichi groups emerged and the anti-Korea movement came to the surface. The year 2015 was chosen because a lot of new information regarding recent activities of Zainichi Koreans were found. The outcomes of this research were analyzed by using the theory of minority influence by Serge Moscovici. Using historical study methods and assembling related datas, such as historical archives and videos from Mindan’s official site, the primary sources were collected. While the secondary sources consist of books, Japanese and English academic journals, and also English-Korean articles. With the efforts and contributions of Mindan, it came into conclusion that Mindan has a double role as a connecting bridge in education, social, culture while also function as a mediator and neutral party which reduces the political tensions in rise between South Korea and Japan.
Kata Kunci : Keharmonisan sosial, orang Zainichi Koreans, diskriminasi sosial.