Laporkan Masalah

ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA PRODUK PERMEN KARAMEL SUSU DI UMKM KAMAYONG SLEMAN

CHIKA AMALIA RACHMAN, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc ; Dr. Nafis Khuriyati, STP., M.Agr

2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Perkembangan usaha sapi perah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya populasi sapi perah di Indonesia dengan rata-rata pertumbuhan 3,37% per tahun. Usaha peternakan sapi perah di Indonesia saat ini, sebagian besar terdiri dari usaha peternakan rakyat dengan skala usaha yang relatif kecil. Setiap usaha membutuhkan perhitungan dalam melakukan rencana pengembangan usahanya, baik usaha baru maupun usaha yang sudah berjalan. Analisis kelayakan usaha dapat digunakan untuk menilai rencana pengembangan usaha tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha permen karamel susu di UMKM Kamayong dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, teknis, dan keuangan. Analisis pasar dilakukan dengan riset pasar menggunakan kuesioner yang mengambil sampel responden wisatawan Yogya di Jalan Malioboro. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability yakni sampling incidental dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil riset pasar dianalisis menggunakan software SPSS. Kelayakan teknis dianalisis berdasarkan lokasi usaha, kapasitas produksi dan proses produksi. Aspek keuangan dianalisis dengan membagi kondisi usaha menjadi tiga skenario serta masing-masing dianalisis kriteria kelayakan keuangan menggunakan NPV, IRR, BCR, payback period dan analisis sensitivitas dengan pertimbangan perubahan harga gula dan penurunan penjualan. Berdasarkan penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa pada aspek pasar, usaha permen karamel susu ini layak untuk dijalankan karena respon positif dari riset pasar. Pada aspek teknis, lokasi usaha sudah strategis sehingga kebutuhan bahan baku dan bahan pembantu dapat tercukupi dan kapasitas produksi sudah sesuai. Pada aspek keuangan, Skenario I (kondisi usaha saat ini) memperoleh nilai NPV Rp 16.451.340; IRR 263,24%; discounted payback period 1,47 tahun; BCR 1,62. Skenario II (pengembangan kemasan dan peningkatan penjualan) memiliki nilai NPV Rp 23.680.325,76; IRR 62,33%; discounted payback period 1,43 tahun; dan BCR 1,23. Sedangkan skenario III (penambahan outlet dan peningkatan penjualan) memiliki nilai NPV Rp 47.993.489,99; IRR 174,13%; discounted payback period 1,6 tahun; dan BCR 1,3. Analisis sensitivitas menyatakan bahwa rencana pengembangan yang paling sensitif adalah skenario II.

The development of dairy cattle business in Indonesia continues to increase from year to year in line with the increasing population of dairy cattle in Indonesia with an average growth of 3.37% per year. Dairy cattle breeding business in Indonesia today, mostly consists of smallholder livestock business with a relatively small scale of business. Every business requires a calculation in undertaking its business development plan, both new business and existing business. Feasibility analysis can be used to assess the business development plan. This research was conducted to find out the feasibility of milk caramel candy business in UMKM Kamayong viewed from market and marketing aspect, technical, and finance aspect. Market analysis was conducted by market research using questionnaires that sampled respondents of Yogya tourists on Jalan Malioboro. The sampling technique using non probability technique that is incidental sampling with sample number 100 responden. Market research results are analyzed using SPSS software. Technical feasibility is analyzed based on business location, production capacity and production process. The financial aspect was analyzed by dividing the business condition into three scenarios and each analyzed the financial feasibility criteria using NPV, IRR, BCR, payback period and sensitivity analysis with consideration of changes in sugar prices and decreased sales. Based on this research can be recommended that on the market aspect, this milk caramel business is feasible to run because of the positive response from market research. In the technical aspect, the business location is strategic so that the need of raw materials and supporting materials can be fulfilled and the production capacity is appropriate. In the financial aspect, Scenario I (current business condition) obtains NPV value of Rp 16,451,340; IRR 263.24%; Discounted payback period 1.47 years; BCR 1.62. Scenario II (packaging development and sales increase) has an NPV value of Rp 23,680,325.76; IRR 62.33%; Discounted payback period 1.43 years; And BCR 1.23. While scenario III (addition of outlet and increase of sale) have value of NPV Rp 47.993.489,99; IRR 174.13%; Discounted payback period 1.6 years; And BCR 1.3. Sensitivity analysis states that the most sensitive development plan is scenario II.

Kata Kunci : permen karamel susu, studi kelayakan, UMKM / feasibility study, milk caramel candy, MSME

  1. S1-2017-333323-abstract.pdf  
  2. S1-2017-333323-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-333323-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-333323-title.pdf